Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Korban Banjir di Pedalaman Pidie Jaya masih Menunggu Kepastian Hunian

Media Indonesia
17/1/2026 16:49
Korban Banjir di Pedalaman Pidie Jaya masih Menunggu Kepastian Hunian
Foto udara, pembentukan sungai baru yang melintasi pemukiman warga di Pidie Jaya, Aceh, Kamis (18/12/2025).(Antara)

WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal. Pasalnya, para korban bencana masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena belum ada kepastian pemindahan ke hunian sementara maupun hunian tetap.

Muntasir, salah seorang korban banjir asal Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, menyampaikan bahwa warga terdampak di desanya belum mendapatkan informasi jelas mengenai rencana relokasi. Kondisi tersebut disampaikannya pada Sabtu.

"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga," kata Muntasir.

Gampong Lhok Sandeng diketahui berada di kawasan hulu Krueng Meureudu. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu melanda sepanjang daerah aliran Sungai Krueng Meureudu, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.

Menurut Muntasir, rumah keluarganya yang terletak tidak jauh dari aliran sungai tersebut ikut tersapu arus deras saat banjir bandang terjadi. Tidak hanya satu, puluhan rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan parah.

"Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu," katanya.

Selain permukiman warga, infrastruktur desa juga terdampak. Jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses utama menuju desa tetangga mengalami kerusakan. Meski demikian, saat ini telah dibangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa yang masih dapat dilalui kendaraan berukuran sedang.

Muntasir menambahkan, warga sudah hampir satu bulan menjalani kehidupan di pengungsian. Saat ini, tenda-tenda pengungsi didirikan di Desa Sarah Mane, setelah sebelumnya para korban sempat mengungsi di masjid desa tersebut.

"Kini, kami hampir sebulan mengungsi di tenda. Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane," kata Muntasir.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Gampong Lhok Sandeng belum dapat direalisasikan karena terkendala ketersediaan lahan.

"Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun Apalagi bulan puasa tidak lama lagi, sehingga korban banjir bisa dengan nyaman melaksanakan ibadah Ramadan," kata Muntasir.

Hingga kini, warga korban banjir di pedalaman Pidie Jaya masih berharap adanya solusi cepat dari pihak terkait agar mereka dapat segera menempati hunian yang layak dan aman, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya