Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal. Pasalnya, para korban bencana masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena belum ada kepastian pemindahan ke hunian sementara maupun hunian tetap.
Muntasir, salah seorang korban banjir asal Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, menyampaikan bahwa warga terdampak di desanya belum mendapatkan informasi jelas mengenai rencana relokasi. Kondisi tersebut disampaikannya pada Sabtu.
"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga," kata Muntasir.
Gampong Lhok Sandeng diketahui berada di kawasan hulu Krueng Meureudu. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu melanda sepanjang daerah aliran Sungai Krueng Meureudu, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
Menurut Muntasir, rumah keluarganya yang terletak tidak jauh dari aliran sungai tersebut ikut tersapu arus deras saat banjir bandang terjadi. Tidak hanya satu, puluhan rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan parah.
"Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu," katanya.
Selain permukiman warga, infrastruktur desa juga terdampak. Jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses utama menuju desa tetangga mengalami kerusakan. Meski demikian, saat ini telah dibangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa yang masih dapat dilalui kendaraan berukuran sedang.
Muntasir menambahkan, warga sudah hampir satu bulan menjalani kehidupan di pengungsian. Saat ini, tenda-tenda pengungsi didirikan di Desa Sarah Mane, setelah sebelumnya para korban sempat mengungsi di masjid desa tersebut.
"Kini, kami hampir sebulan mengungsi di tenda. Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane," kata Muntasir.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Gampong Lhok Sandeng belum dapat direalisasikan karena terkendala ketersediaan lahan.
"Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun Apalagi bulan puasa tidak lama lagi, sehingga korban banjir bisa dengan nyaman melaksanakan ibadah Ramadan," kata Muntasir.
Hingga kini, warga korban banjir di pedalaman Pidie Jaya masih berharap adanya solusi cepat dari pihak terkait agar mereka dapat segera menempati hunian yang layak dan aman, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. (Ant/E-4)
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
NASIB korban banjir di Provinsi Aceh hingga Rabu (28/1) belum ada perubahan berarti. Sudah 63 hari para penyintas bencana dahsyat itu masih dipenuhi lumpur dalam rumah.
Di tengah puing dan lumpur tebal sisa banjir bandang, sebuah meunasah darurat kini mulai berdiri di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan layanan dukungan psikososial bagi para siswa penyintas banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih.
Paparan debu yang terjadi secara terus-menerus mulai berdampak pada kondisi fisik warga.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved