Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah puing dan lumpur tebal sisa banjir bandang, sebuah meunasah darurat kini mulai berdiri di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Tempat ibadah sementara itu dibangun langsung di atas timbunan lumpur setinggi 2 hingga 2,5 meter yang mengeras, menjadi simbol ketahanan warga setelah bencana besar akhir November 2025.
Ketua Posko Darurat Kebencanaan Desa Manyang Cut, Teuku Nazarudin, menyebut kondisi lumpur yang menumpuk membuat pembersihan mustahil dilakukan.
“Meunasah ini dibangun langsung di atas lumpur yang sudah mengeras. Ketebalannya mencapai 2 sampai 2,5 meter dan sudah tidak mungkin dikeruk lagi,” ujarnya dilansir dari Antara, Minggu (8/2).
Desa Manyang Cut menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang. Sungai Meureudu yang meluap membawa material kayu dan lumpur, menimbun permukiman termasuk Meunasah Krueng Baroh yang hingga kini masih terkubur.
Upaya warga dan relawan sempat dilakukan untuk membersihkan lumpur di meunasah lama. Namun, setiap hujan turun, air kembali masuk karena posisi bangunan kini sejajar dengan permukaan sungai.
Dalam situasi itu, kebutuhan tempat ibadah menjadi mendesak. Kementerian Agama bersama Baznas akhirnya membangun meunasah darurat sebagai langkah cepat pemulihan sosial-keagamaan warga.
Meunasah darurat tersebut memiliki ukuran 14x10 meter dengan rangka baja, lantai panggung, serta dinding semipermanen setinggi 1,2 meter. Pembangunannya melibatkan warga setempat dan sudah berjalan tiga minggu.
Saat ini, pengerjaan baru memasuki tahap pemasangan atap.
“Targetnya selesai sebelum Ramadhan. Tapi warga sudah sempat memakainya saat malam Nisfu Syaban, meski belum ada lampu dan kami shalat di tanah,” kata Nazarudin.
Selain meunasah, pemerintah juga membangun fasilitas pendukung seperti sumur bor dari Kementerian ESDM dan toilet bantuan perusahaan konstruksi BUMN.
Sementara itu, Kanwil Kementerian Agama Aceh mencatat hampir seluruh masjid dan mushala terdampak bencana di Aceh sudah kembali digunakan, meski banyak dalam kondisi belum layak sepenuhnya.
“Sudah 98 persen masjid dan mushala yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari.
Kemenag RI juga menyiapkan bantuan renovasi untuk rumah ibadah rusak, dengan alokasi Rp50 juta per masjid dan Rp30 juta per mushala. Namun bantuan tersebut tidak mencakup bangunan yang sudah tidak bisa digunakan sama sekali.
“Harapan kita, masjid dan mushala ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik, apalagi sebentar lagi memasuki Ramadhan,” ujar Azhari. (Ant/Z-10)
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan layanan dukungan psikososial bagi para siswa penyintas banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih.
Paparan debu yang terjadi secara terus-menerus mulai berdampak pada kondisi fisik warga.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved