Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Banjir di Landak, BNPP Pastikan Akses Strategis Menuju Perbatasan Tetap Lancar

Rahmatul Fajri
15/1/2026 18:13
Banjir di Landak, BNPP Pastikan Akses Strategis Menuju Perbatasan Tetap Lancar
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (14/1/2026).

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran akses strategis menuju kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 10 ton beras, 250 dus mi instan, dan 50 dus biskuit yang selanjutnya akan didistribusikan kepada warga terdampak di sejumlah kecamatan.

“Kami hadir mewakili Pak Mendagri (Tito Karnavian) selaku Kepala BNPP RI untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak. Sekaligus memastikan akses jalan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong tetap lancar untuk mendukung konektivitas dan perekonomian,” ujar Makhruzi, melalui keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Makhruzi menjelaskan Kabupaten Landak memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung menuju perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya melalui ruas nasional Pontianak–Ngabang–Sanggau–Entikong. Jalur tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta penggerak ekonomi kawasan perbatasan.

Menurutnya, setiap gangguan infrastruktur akibat bencana, termasuk banjir, berpotensi berdampak langsung terhadap kelancaran akses menuju PLBN Entikong. Oleh karena itu, BNPP RI tidak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga memastikan konektivitas wilayah perbatasan tetap terjaga.

Berdasarkan data yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada rentang 9–13 Januari 2026 sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Mempawah, Menyuke, Behe, dan Sungai Landak. Akibatnya, permukiman warga di sembilan kecamatan yang tersebar di 28 desa terdampak banjir.

Saat penyaluran bantuan berlangsung, kondisi banjir dilaporkan telah surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Meski demikian, upaya pemulihan dan kewaspadaan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Bantuan ini kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Landak untuk segera didistribusikan kepada saudara-saudara kita yang terdampak langsung. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial,” kata Makhruzi.

Sementara itu, Wakil Bupati Landak, Erani, menjelaskan  meskipun banjir telah surut, Pemerintah Kabupaten Landak tetap menyiagakan Posko Siaga Bencana selama 11–23 Januari 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan. 

Posko tersebut melaksanakan pemantauan cuaca dan hidrologi, pemetaan wilayah rawan bencana, koordinasi lintas sektor, serta penyampaian informasi kewaspadaan kepada masyarakat.

Erani mengapresiasi atas perhatian dan dukungan BNPP RI dalam penanganan dampak banjir di wilayahnya.

“Pemerintah Kabupaten Landak mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian BNPP RI. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin, baik dalam penanganan bencana maupun pembangunan akses strategis kawasan perbatasan,” ungkapnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya