Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas debit air. Ini untuk menyiasati tingginya curah hujan di beberapa kawasan di Jatim yang diperkirakan mencapai 300 sampai 400 mm/detik.
Untuk itu masyarakat Jatim diminta tetap waspada potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau banjir yang terjadi di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, pada Sabtu (10/1).
Kunjungan Gubernur ini didampingi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Menurut Khofifah, curah hujan di Januari ini jika mengalami peningkatan 3 kali lipat dibanding Desember 2025.
Untuk itu, Pemprov Jatim telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi banjir di wilayah Jawa Timur. "Ini efek hujan dengan intensitas tinggi. Proses modifikasi cuaca sebenarnya sudah dimulai 5 Desember lalu," kata Khofifah.
Dalam kebijakkan modifikasi cuaca ini, language Khofifah, kemampuan Pemprov hanya dua titik. Padahal terkadang yang harus dimodif ini 4 titik, kadang 5 titik.
"Tapi kemampuan anggarannya dua titik, berarti ada yg kemudian curah hujannya tinggi. Tadi Pak Bupati menyampaikan curah hujan 100,4 mm/detik, sesungguhnya itu sudah dengan modifikasi cuaca, karena prediksi BMKG itu 300 sampai 400 mm/detik, jadi memang curah hujannya tinggi sekali," terang Khofifah.
Gubernur juga mengajak masyarakat Jatim untuk terus waspada dengan bencana-bencana lain yang belum ditemukan teknologi modifikasi penanganannya, seperti angin dan gempa.
"Jadi panjenengan memang sudah harus waspada, kalau hujan masih bisa dimodifikasi kalau angin dan gempa ini masih tidak ada teknologi yang bisa mengalihkan," pungkasnya.(H-2)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Menurut dia, pada sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan penyemaian awan dilakukan di wilayah overhead perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000-12.000 kaki.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved