Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BNPB terus melakukan evaluasi pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Langkah ini sebagai bagian dari upaya untuk memberikan masukan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
BNPB meninjau lokasi yang dipersiapkan sebagai hunian tetap (huntap) pada fase pemulihan. Langkah ini juga untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai standar, kebutuhan penyintas serta selaras dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan evaluasi mencakup sejumlah aspek, antara lain progres fisik pembangunan huntara, kualitas bangunan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta kesesuaian lokasi dengan prinsip keamanan dan kelayakan hunian.
“Selain itu, evaluasi juga menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” kata Rustian, Kamis (8/1).
Lokasi huntap yang dipersiapkan untuk di Kabupaten Solok pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi berada di wilayah Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak.
Temuan dan hasil evaluasi ini selanjutnya akan menjadi rekomendasi sebagai salah satu bahan masukan penting dalam penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar.
Dokumen R3P diharapkan mampu menjadi pedoman komprehensif dalam penanganan pascabencana, termasuk peralihan dari hunian sementara menuju hunian tetap yang aman, layak, dan berkelanjutan.
"Pemerintah Pusat melalui BNPB menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penanganan pascabencana di Sumatra Barat melalui perencanaan yang terukur, berbasis kebutuhan masyarakat, serta mengedepankan prinsip membangun kembali dengan lebih baik," pungkasnya. (Iam/I-1)
BUPATI Tanah Eka Putra menyatakan bahwa saat ini pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan tanah longsor di di Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh, berjalan 40%.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Maruarar menyampaikan pembangunan Huntap akan bergotong royong bersama Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai bentuk nyata kehadiran negara untuk rakyat.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Indrajaya minta agar Kementerian Agraria membantu menyiapkan lahan pembangunan hunian pembangunan 2.000 hunian tetap atau huntap korban bencana di Sumatra
hunian tetap (huntap) untuk para korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah yang selesai 2026. Selagi huntap belum selesai dibangun, warga diminta bertahan di pengungsian
Keberadaan huntap ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para penyintas bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved