Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pembangunan Huntara Korban Banjir Tanah Datar Capai 40%

Yose Hendra
28/12/2025 17:21
Pembangunan Huntara Korban Banjir Tanah Datar Capai 40%
Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diperbaiki di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (10/12/2025).(Antara/ Iggoy El Fitra)

BUPATI Tanah Eka Putra menyatakan bahwa saat ini pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan tanah longsor di Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh, Sumatra Barat, berjalan 40%. Selanjutnya, pembangunan akan bergeser ke Kecamatan Batipuh Selatan.

 

Bupati mengungkapkan awalnya usulan pemda sebanyak 555 unit huntara. Namun, setelah proses verifikasi dinyatakan ada 129 unit yang lolos. Hal itu juga mempertimbangkan ketersediaan lahan yang disiapkan oleh nagari-nagari terdampak banjir Sumatra.

 

Terkait hunian tetap (huntap), Bupati Eka Putra menyatakan pembangunan diupayakan dipercepat dengan prioritas pada rumah yang hanyut, hancur dan tertimbun material banjir bandang. Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) terdapat 34 unit rumah yang hanyut ataupun hancur diterjang banjir bandang.

 

Masa Tanggap Darurat Berakhir

Eka Putra menyatakan masa tanggap darurat bencana resmi berakhir Sabtu (27/12). Selanjutnya Kabupaten Tanah Datar masuk ke transisi darurat pemulihan pascabencana hingga akhir Juli 2026. Hingga diakhiri, Tanah Datar telah menetapkan hingga tiga masa perpanjangan tanggap darurat untuk penanganan dampak banjir Sumatra itu.

 

Pada kesempatan yang sama Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak yang telah bekerja sama dan juga donatur yang telah membantu masyarakat serta penanganan pascabencana alam di Tanah Datar. “Alhamdulillah, kita sangat mengapresiasi penanganan pasca bencana di Tanah Datar, kita melihat bagaimana pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda dan unsur lainnya bersinergi mengatasi bencana bersama, “ucapnya.

 

Sebelumnya Kalaksa BPBD dr. Ermon Reflin sampaikan jumlah pengungi terus berkurang dimana awalnya hampir 6.000 jiwa, terus berkurang hingga saat ini masih ada sebanyak 413 jiwa dan itu dipantau di dua kecamatan dan juga sudah mandiri. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik