Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya, masih belum menampakan tanda-tanda melandai. Hal itu terlihat pada derasnya aliran Batang Baiang, Nagari Guguak Malalo, yang terus menggerus tepian dan telah memutus akses permukiman masyarakat yang ada di seberangnya.
Akibatnya, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di salah satu jorong di Kecamatan Batipuh Selatan itu terisolir dan terpaksa bertahan di tempat sanak saudara atau masyarakat yang berada di sana. Sejak lusa, petugas telah berada di lokasi untuk memastikan pasokan segala kebutuhan masyarakat yang terisolir terpenuhi dengan berbagai usaha.
Bupati Tanah Datar Eka Putra pun mengunjungi lokasi tersebut, untuk memberikan bantuan baik berupa moril, materil dan sebagainya. "Kami hadir disini, dalam upaya untuk meringankan duka yang dialami masyarakat pada hari ini. Apa yang masyarakat rasakan, itulah yang Kami rasakan," ujarnya Bupati Eka Putra, Kamis(27/11).
Bupati Eka Putra juga melihat ada beberapa rumah masyarakat sudah berada di dalam kawasan aliran Batang Baiang serta telah rusak dihantam derasnya arus air. "Kami melihat ada beberapa rumah masyarakat yang telah rusak dan tidak layak huni karena tersapu aliran Batang Baiang. Rumah-rumah itu akan direlokasi ke tempat lebih aman, mohon bantuan pihak terkait menyiap lokasinya untuk dibangunkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Bupati Eka Putra berharap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi untuk dapat bersabar dan ikhlas. "Kami meminta masyarakat jangan panik dan jangan percaya berita yang tidak jelas kebenarannya. Di sini sudah dipersiapkan segala sesuatunya. InshaAllah, cobaan ini cepat berlalu," ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Guguak Malalo Mulyadi mengatakan rumah yang rusak berat akibat bencana hidrometeorologi di Jorong Baiang, kurang lebih sebanyak tujuh unit dan rumah dengan status terancam sebanyak 20 unit. Ia menambahkan, bahwa dengan adanya wacana untuk merelokasi rumah yang terdampak musibah, sebagian besar masyarakat telah bersedia dan mendukungnya.
"Alhamdulillah, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya mendukung terlaksananya relokasi bagi masyarakat tertimpa musibah ke tempat lebih aman. Kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan pemerintah daerah dalam meringkankan masyarakat tertimpa musibah," ujarnya.(M-2)
BUPATI Tanah Eka Putra menyatakan bahwa saat ini pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan tanah longsor di di Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh, berjalan 40%.
Jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai disepakati akan dilakukan uji coba untuk kendaraan roda empat mulai tanggal 16-21 Desember 2025 dari jam 16.00 WIB sampai 09.00 WIB.
Petugas dari berbagai unsur bahu-membahu mengevakuasi masyarakat yang terjebak di area tersebut sejak pagi hingga malam hari.
Polres Tanah Datar turunkan personel guna melaksanakan pengamanan secara langsung terhadap perayaan Ibadah dalam rangka peringatan Kenaikan Isa Almasih oleh jemaat HKBP.
Salah satu pengendalian inflasi dengan mendirikan Pabrik Saus Tomat dan Cabai di dalam gedung sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Pengolahan Produk Holtikultura di Kecamatan Salimpaung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved