Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rumah-rumah Dihantam Banjir Bandang di Malalo Bakal Direlokasi

Yose Hendra
27/11/2025 14:44
Rumah-rumah Dihantam Banjir Bandang di Malalo Bakal Direlokasi
Salah satu rumah yang terdampak banjir(Dok: Setda Prokopim Tanah Datar)

FENOMENA bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya, masih belum menampakan tanda-tanda melandai. Hal itu terlihat pada derasnya aliran Batang Baiang, Nagari Guguak Malalo, yang terus menggerus tepian dan telah memutus akses permukiman masyarakat yang ada di seberangnya.

Akibatnya, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di salah satu jorong di Kecamatan Batipuh Selatan itu terisolir dan terpaksa bertahan di tempat sanak saudara atau masyarakat yang berada di sana. Sejak lusa, petugas telah berada di lokasi untuk memastikan pasokan segala kebutuhan masyarakat yang terisolir terpenuhi dengan berbagai usaha.

Bupati Tanah Datar Eka Putra pun mengunjungi lokasi tersebut, untuk memberikan bantuan baik berupa moril, materil dan sebagainya. "Kami hadir disini, dalam upaya untuk meringankan duka yang dialami masyarakat pada hari ini. Apa yang masyarakat rasakan, itulah yang Kami rasakan," ujarnya Bupati Eka Putra, Kamis(27/11).

Bupati Eka Putra juga melihat ada beberapa rumah masyarakat sudah berada di dalam kawasan aliran Batang Baiang serta telah rusak dihantam derasnya arus air. "Kami melihat ada beberapa rumah masyarakat yang telah rusak dan tidak layak huni karena tersapu aliran Batang Baiang. Rumah-rumah itu akan direlokasi ke tempat lebih aman, mohon bantuan pihak terkait menyiap lokasinya untuk dibangunkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Bupati Eka Putra berharap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi untuk dapat bersabar dan ikhlas. "Kami meminta masyarakat jangan panik dan jangan percaya berita yang tidak jelas kebenarannya. Di sini sudah dipersiapkan segala sesuatunya. InshaAllah, cobaan ini cepat berlalu," ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Guguak Malalo Mulyadi mengatakan rumah yang rusak berat akibat bencana hidrometeorologi di Jorong Baiang, kurang lebih sebanyak tujuh unit dan rumah dengan status terancam sebanyak 20 unit. Ia menambahkan, bahwa dengan adanya wacana untuk merelokasi rumah yang terdampak musibah, sebagian besar masyarakat telah bersedia dan mendukungnya.

"Alhamdulillah, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya mendukung terlaksananya relokasi bagi masyarakat  tertimpa musibah ke tempat lebih aman. Kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan pemerintah daerah dalam meringkankan masyarakat tertimpa musibah," ujarnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik