Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hunian Tetap untuk Korban Longsor Banjarnegara Siap 2026, Warga Diminta Bertahan di Pengungsian

TosianiĀ 
21/11/2025 13:13
Hunian Tetap untuk Korban Longsor Banjarnegara Siap 2026, Warga Diminta Bertahan di Pengungsian
Longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah(Dok.MI)

PEMERINTAH menyiapkan hunian tetap (huntap) untuk para korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah yang selesai 2026. Selagi huntap belum selesai dibangun, warga terdampak longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa / Kecamatan Pandanarum itu diminta tetap bertahan di pengungsian.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, kepada wartawan, Jumat (21/11).

"Para pengungsi akan tetap berada di pengungsian hingga akhir tahun 2025. Tahun 2026 hunian tetap selesai dan bisa ditempati,"kata Suharyanto.

Selama warga terdampak masih bertahan di pengungsian, Kepala BNPB meminta agar relawan dan pengungsi dikelola dengan baik. Hal itu agar proses penanganan bencana bisa berjalan lebih cepat.

Adapun terkait relokasi, katanya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen mempercepat penentuan lahan dan pembangunan hunian tetap. Hal itu akan diupayakan secepatnya.

Berdasarkan pendataan BPBD setempat, jumpah pengungsi korban longsor Dusun Situkung saat ini telah mencapai 931 orang. 

Bupati Banjarnegara dr Amelia Desiana mengatakan, warga terdampak tanah longsor telah ditempatkan di lima titik pengungsian. Yaitu GOR Desa Beji, GOR Kecamatan Pandanarum, Korwil Pandanarum, dan GOR Desa Pringgamba. 

Di pengungsian juga terdapat sekitar 200 anak sekolah terdampak situasi ini. Pemerintah daerah sedang menyiapkan skema agar aktivitas belajar dapat segera kembali berjalan. 

"Hunian Sementraa (huntara) akan kami siapkan, dan ke depan kami berharap Banjarnegara memiliki konservasi yang lebih kuat," ujar Bupati. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya