Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tiga hari tertunda akibat pergerakan tanah yang terus terjadi, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian korban longsor Banjarnegara. Pada Rabu (19/11) atau hari ke-3 pascalongsor Tim SAR menemukan satu korban meninggal.
Dengan begitu, totalnya telah tiga korban meninggal ditemukan dan 25 masih hilang akibat bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang terjadi pada Minggu (16/11) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, operasi pencarian pada Rabu (19/11) difokuskan pada sektor A. Operasi dilakukan di tengah kewaspadaan karena kondisi tanah yang masih labil.
“Pencarian hari ini dilakukan sangat hati-hati. Tanah masih labil dan sesekali terlihat bergerak. Setiap langkah petugas harus benar-benar dipastikan aman,” jelasnya.
Kondisi tanah yang labil itu pula yang membuat operasi pencarian korban longsor sempat dihentikan sejak Senin hingga Selasa. Hujan deras yang mengguyur daerah itu membuat pergeseran tanah di area longsoran. “Keselamatan personel adalah prioritas. Jika tanah belum memungkinkan, pencarian tidak bisa dipaksakan,” tegas Artanto.
Operasi pencarian melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat. Alat berat dikerahkan untuk membuka tumpukan material, sementara anjing pelacak Unit K9 digunakan untuk menelusuri lokasi diduga tertimbun korban.
Polda Jawa Tengah menyampaikan empati kepada keluarga korban yang menunggu kabar di posko pengungsian. Artanto menegaskan bahwa upaya maksimal terus dilakukan agar semua korban segera ditemukan.
“Semoga proses pencarian berjalan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” tutupnya. (M-1)
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved