Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Wagub NTT Tekankan Keselamatan Pelayaran Usai Insiden Kapal di Labuan Bajo

Palce Amalo
02/1/2026 20:25
Wagub NTT Tekankan Keselamatan Pelayaran Usai Insiden Kapal di Labuan Bajo
Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma.(MI/Palce Amalo)

WAKIL Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian utama seluruh pihak. Hal itu ia sampaikan menyusul insiden kecelakaan kapal wisata yang terjadi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Johni, kewenangan terkait kelayakan kapal dan izin berlayar sepenuhnya berada di tangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Mulai dari penilaian kondisi kapal hingga keputusan apakah cuaca memungkinkan kapal untuk berlayar atau tidak.

“Keselamatan pelayaran ini menjadi atensi kita, apalagi setelah kejadian di Labuan Bajo. Kewenangan untuk menentukan kapal layak berlayar atau tidak, termasuk kondisi cuaca, itu sepenuhnya ada pada KSOP,” ujar Johni kepada wartawan di Kupang, Jumat (2/1). 

Meski demikian, ia menekankan bahwa tanggung jawab keselamatan tidak hanya berada pada otoritas pelabuhan. Pemilik kapal, khususnya kapal-kapal wisata, juga wajib memastikan kesiapan armadanya sebelum berlayar.

“Yang sangat penting adalah bagaimana kapal-kapal ini, terutama kapal wisata, benar-benar memahami kondisi cuaca dan memastikan kondisi kapal dalam keadaan sehat dan layak berlayar. Ini harus diperiksa secara teliti dan detail,” katanya.

Selain faktor cuaca dan kondisi kapal, Johni menambahkan profesionalisme awak kapal juga menjadi penentu utama keselamatan pelayaran.

“Masalah cuaca, kondisi kapal, dan profesionalisme awak kapal. Tiga hal ini akan menentukan apakah sebuah kapal bisa berlayar dengan baik dan selamat atau tidak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, di kawasan Labuan Bajo terdapat sejumlah otoritas yang memiliki peran masing-masing, seperti KSOP, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores, serta Taman Nasional Komodo. Meski memiliki tugas berbeda, seluruh pihak tersebut harus terus berkoordinasi.

“Masing-masing punya tugas dan kewenangannya sendiri, tetapi dalam hal tertentu tentu harus saling berkomunikasi dan berkoordinasi agar aktivitas wisata di Labuan Bajo berjalan aman, selamat, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Terkait proses pencarian korban yang masih berlangsung, Johni menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran,” kata Johni.

Ia juga berharap korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan, bahkan tidak menutup kemungkinan dalam kondisi selamat.

“Kita berdoa semoga korban yang belum ditemukan bisa segera ditemukan. Tidak menutup kemungkinan mukjizat atau keajaiban itu terjadi,” ujarnya.

Johni turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim penyelamatan, baik dari Basarnas, Bakamla, Polri, TNI, masyarakat nelayan, hingga kapal-kapal wisata lain yang ikut membantu. Semua bekerja bersama untuk menemukan korban,” ucapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya pencarian sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah Provinsi akan semaksimal mungkin memfasilitasi upaya-upaya pencarian ini sampai batas waktu yang ditentukan,” pungkas Johni.(PO/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya