Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Polisi Usut Dugaan Kelalaian dalam Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo

Media Indonesia
01/1/2026 14:34
Polisi Usut Dugaan Kelalaian dalam Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo
Tim SAR gabungan saat menemukan serpihan kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengalami kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/12/2025).(ANTARA/HO-Kantor Basarnas Maumere)

POLISI mulai melakukan proses penyidikan terkait kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra mengatakan proses penyidikan tersebut telah dimulai sejak Rabu (31/12).

“Kemarin Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat,” kata Henry dikutip dari Antara, Kamis (1/1).

Henry menjelaskan, penyerahan SPDP tersebut menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi. Selanjutnya, penyidik akan memeriksa sejumlah pihak terkait.

Ia menyebutkan pemeriksaan akan dilakukan terhadap saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta pendalaman mengenai kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.

Henry menegaskan, proses penegakan hukum atas dugaan kelalaian dalam pelayanan kapal wisata yang tenggelam tersebut akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kejadian serupa, ujar dia, diharapkan tidak terulang kembali. Menurutnya, kecelakaan tersebut seharusnya dapat dihindari dengan mempertimbangkan kondisi alam yang terjadi saat itu.

Ia menambahkan, langkah penyidikan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.

“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” tegasnya.

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah, lanjut Henry, menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut. Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.

Beberapa insiden yang pernah terjadi antara lain tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, kapal Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi pinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal tersebut kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar. Kondisi cuaca dan gelombang laut saat kejadian diduga turut memperparah situasi, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh awak kapal dan penumpang.

Dalam peristiwa tersebut, tujuh orang penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Satu orang korban ditemukan meninggal dunia, dan jenazah perempuan tersebut telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang.

Sementara itu, tiga korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya