Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengusulkan tambahan anggaran guna mempercepat pemulihan dampak bencana di Sumatra.
"Saya hanya mengimbau sedikit ke BNPB dan pihak-pihak yang menangani bencana, kalau perlu dana, cepat ajukan. Kami dananya sudah siap," ujar Purbaya saat ditemui usai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan bahwa para korban bencana sangat membutuhkan penanganan cepat agar kebutuhan pokok mereka dapat segera terpenuhi kembali.
Oleh sebab itu, lembaga dan pihak terkait diminta tidak menunda pengajuan tambahan anggaran, terutama untuk pengadaan peralatan, pembangunan jembatan, serta penyediaan hunian sementara maupun permanen.
"Karena masyarakat yang terkena dampak bencana itu nggak bisa nunggu terlalu lama," ujarnya.
Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal pemerintah masih memadai untuk mendukung proses pemulihan di daerah terdampak bencana.
Diketahui, hingga akhir 2025 BNPB masih memiliki sisa anggaran penanggulangan bencana sebesar sekitar Rp1,5 triliun.
Sebelumnya, pada 18 Desember, BNPB telah mengajukan tambahan anggaran senilai Rp1,4 triliun, termasuk alokasi Rp650 miliar khusus untuk penanganan bencana di Sumatra. Saat ini, dana siap pakai yang tersedia tercatat mencapai Rp1,51 triliun.
Selain itu, Purbaya juga mendorong agar ke depan pengajuan pencairan dana bencana tidak hanya dilakukan oleh BNPB, tetapi dapat pula diajukan melalui Satuan Tugas Darurat Jembatan (Satgas Jembatan).
Satgas tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan dibentuk atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menangani pembangunan jembatan darurat, terutama di wilayah terpencil dan kawasan terdampak bencana.
Kebijakan ini diambil menyusul laporan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang mengungkap bahwa pembangunan jembatan di sejumlah daerah bencana di Sumatra selama ini dilakukan secara swadaya, bahkan sampai menimbulkan utang.
Menanggapi laporan tersebut, Menteri Keuangan menyatakan tidak mempermasalahkan apabila Satgas Jembatan mengajukan pencairan dana hingga Rp1 triliun yang bersumber dari sisa anggaran bencana milik BNPB.
Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk melunasi kewajiban utang serta mengganti biaya pembangunan jembatan dan pengadaan alat berat. (Ant/E-4)
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) menyiapkan anggaran sebesar Rp430 miliar untuk penanganan pemulihan pascabencana banjir dan longsor.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved