Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Respons Kondisi Korban Banjir Sumatra, Universitas Almuslim Bireuen Bangun Sumur Bor Dan Sanitasi Darurat

Amiruddin Abdullah Reubee
31/12/2025 21:40
Respons Kondisi Korban Banjir Sumatra, Universitas Almuslim Bireuen Bangun Sumur Bor Dan Sanitasi Darurat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

HINGGA sebulan berlalu, krisis air bersih dan kelangkaan sanitasi masih menjadi persolan serius di lokasi banjir besar Sumatra. Hal itu dikhawatirkan akan berdampak gangguan kebersihan dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak besar bencana 26-27 November lalu. 

Merespons kekhawatiran itu, Universitas Al muslim Bireuen, Aceh, segera membangun fasilitas sumber air bersih dan sanitasi lingkungan di lokasi bencana. Lalu merehabilitasi beberapa fasilitas yang sudah rusak atau terceman sedimentasi banjir. 

Sesuai penelusuran Media Indonesia, Selasa (30/12) puluhan relawan mahasiswa, dosen dan akademisi dari perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Bireuen itu, langsung terjun ke Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Ini termasuk lokasi sangat parah kerusakan sanitasi dan jaringan air bersih. 

Ketua Tim Pelaksana, Profesor Halus Satriawan mengatakan, program ini difokuskan pada solusi cepat dan tepat sesuai kebutuhan lapangan. Universitas Almuslim sebagai perguruan tinggi pelaksana untuk menghadirkan solusi nyata. 

Diantaranya adalah pembangunan sumur bor, penyediaan sanitasi darurat, serta dukungan kelistrikan. Tujuannya yaitu membantu masyarakat segera bangkit kembali pasca bencana. 

"Ini Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025. Semua kegiatan dirancang menggunakan teknologi tepat guna agar mudah dimanfaatkan dan berkelanjutan, "  kata Prof Halus Setiawan. 

Dikatakannya, sekarang sudah dua unit sumur bor selesai dibangun dan siap digunakan di Desa Kapa. Lalu telah dimanfaatkan oleh para pengungsi dan masyarakat sekitar untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan sanitasi dasar.

Selain penyediaan air bersih dan sumur bor, para tim relawan Perguruan tinggi itu juga menyiapkan fasilitas sanitasi dan dukungan energi.

“Kami merancang pengadaan toilet portabel serta sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung operasional pompa air dan penerangan di lokasi pengungsian. Saat ini beberapa peralatan masih dalam proses pengiriman karena kendala logistik pasca bencana,” jelas Dr Muhammad Yanis, anggota tim pelaksana. 

Sekarang aksi peduli korban banjir itu juga diperluas ke 3 lokasi lain yang juga paling parah di hantam banjir bandang. Masing-masing yaitu Desa Payacut (Kecamatan Peusangan), Desa Kareung (Kecamatan Kuala), dan Desa Cot Ara (Kecamatan Kutablang). Sedikitnya ada 5 unit sumur bor yang dibangun. 

Menurut anggota tim pengabdian Dr Imam Muslem, kegiatan tersebut dilakukan secara adaptif mengikuti dinamika pasca bencana.

“Kami menyesuaikan strategi pelaksanaan di lapangan. Ketika kondisi listrik mulai pulih dan pengungsi terkonsolidasi di Meunasah Desa Kapa, baru memastikan fasilitas yang dibangun. Tujuan supaya benar-benar bermanfast untuk masyarakat,” tutur Imam Muslem.

Adapun program cepat tanggap ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Untuk pelaksanaan lapangan Universitas Almuslim tentu menerjunkan akademisi dari berbagai keahlian dan disiplin ilmu. 

Mereka diketuai oleh Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, dengan anggota Dr. Imam Muslem R., M.Kom dan Dr. Muhammad Yanis, MT. Lalu melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari kegiatan tanggap darurat berbasis perguruan tinggi.

Geuchik (Kepala Desa) Kapa, Evendi, mengaku sangat berterimakasih kepada relawan Universitas Almuslim dan Kemdiktisaintek atas bantuan yang diberikan.

“Sumur bor ini sangat membantu warga kami, apalagi setelah banjir, fasilitas air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak. Insya Allah dapat kami manfaatkan dalam jangka panjang ,” ujar Evendi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya