Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Greening Vocational Teacher Pedagogy: pelatihan transformasi bahan ajar berorientasi green skills berbasis Artificial Intelligence (AI)." Inisiatif ini didukung hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Skema pemberdayaan kemitraan masyarakat yang diadakan di SMKN Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (6/8) lalu.
Workshop ini menekankan urgensi green skills bagi lulusan SMK sekaligus mendorong transformasi pedagogi guru yang berpihak pada pembelajaran bermakna sejalan dengan SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 12 (konsumsi dan Produksi yang bertanggungjawab) dan SDG 13 (penanganan perubahan iklim). Sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, workshop ini menempatkan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai kerangka utama proses belajar yang menekankan pemahaman konseptual, berpikir kritis dan pengalaman belajar yang berkelanjutan.
Dalam konteks itu, AI diposisikan sebagai alat bantu pedagogis untuk merancang bahan ajar yang personal, kontekstual dan adaptif, bukan sekadar "jalan pintas". Upaya ini juga mendorong kegiatan kokurikuler yang integratif, berbasis proyek dan terhubung dengan kehidupan nyata, termasuk penguatan green skills lintas mata Pelajaran. Program dirancang dalam tiga fase yang saling terhubung. Fase I (21 Juli 2025) berupa FGD bersama Kepala Sekolah Dra. Cucu Kurniati Nurlia, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Desita Desita Purwati Sundari dan perwakilan guru produktif Winda Widia Agustina.
Hasil FGD memetakan kebutuhan riil guru dan prioritas topik "menghijaukan" pembelajaran. Fase II (5–6 Agustus 2025) menghadirkan workshop tatap muka dengan 77 guru produktif serta normatif-adaptif sebagai peserta. Fase III yakni monitoring dan evaluasi daring telah dilaksanakan; para guru menyusun bahan ajar secara mandiri sebagai indikator keberhasilan menandai adopsi nyata praktik pembelajaran berorientasi green skills di kelas.
Ketua Pelaksana workshop, Prof. Dedi Rohendi kemarin menyatakan, dengan menempatkan AI sebagai mitra pedagogis yakni membantu guru merancang skenario belajar yang variatif, memperkaya referensi, menyusun bank soal bernalar tingkat tinggi, serta memberi umpan balik yang cepat dan autentik.
“Saya sekaligus menggarisbawahi bahwa keputusan pembelajaran tetap berada di tangan pendidik, agar teknologi menguatkan, bukan
menggantikan kehadiran manusia di kelas,” jelasnya.
Sementara itu, Green Curriculum, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, mengajak peserta memahami kurikulum berorientasi green skills dengan pendekatan backward design mulai dari memetakan capaian pembelajaran, indikator perilaku hijau, dan bukti asesmen sejak awal. “Saya menyajikan aktivitas kontekstual lengkap dengan template modul serta rubrik, sehingga guru dapat segera mengadopsinya,” ujarnya.
Berangkat dari kerangka kurikulum, Dr. Yatti Sugiarti selaku pakar pengelolaan limbah pertanian, mengenalkan peserta pada praktik
kolaborasi lintas mata pelajaran melalui proyek pengelolaan limbah kompos, eco-enzyme, hingga upcycling yang menumbuhkan kepedulian, inovasi dan tanggung jawab lingkungan.
Menjembatani kebijakan ke ruang kelas, Nisa Aulia Saputra, akademisi di bidang pendidikan teknologi dan kejuruan memaparkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam desain pembelajaran vokasional. Mulai dari membedakan surface dan deep learning, merancang pengalaman memahami, menerapkan, merefleksi serta meramu evaluasi autentik yang menangkap proses dan hasil belajar.
Kepala Sekolah SMKN 5 Pangalengan, Dra. Cucu Kurniati Nurlia, menilai pelatihan ini "memberi peta jalan praktis agar konteks lingkungan
menyatu ke berbagai mata pelajaran, bukan hanya mapel tertentu. Sementara perwakilan guru menyebut, “Contoh proyek pengolahan limbah dan panduan etika AI langsung bisa kami adopsi. Sesi praktik menyusun bahan ajar dengan AI terasa membumi dan menghemat waktu,” tuturnya.
Hasil kegiatan tidak berhenti pada peningkatan literasi teknologi semata. Guru menunjukkan pemahaman yang lebih kuat tentang keterkaitan AI dan green skills, lalu menerjemahkannya menjadi produk bahan ajar siap uji coba. FPTI UPI terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik seperti pendampingan desain bahan ajar, coaching implementasi di kelas, hingga pemantauan pascakegiatan agar perubahan benar-benar terukur.
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional pendidikan yang menekankan pembelajaran bermakna, autentik, dan lintas mata pelajaran, sekaligus mendukung agenda Asta Cita terkait penguatan SDM unggul dan transformasi ekonomi hijau. Pada saat yang sama, program ini selaras dengan pencapaian SDGs, memperkuat literasi keberlanjutan di sekolah vokasi dan menjembatani kompetensi kelas dengan kebutuhan pasar green job. (H-2)
Program ini memperkuat peran kader Posbindu PTM sekaligus mendukung kesehatan fisik, mental, sosial, dan reproduksi lansia .
Selama tiga hari, mereka mengikuti pelatihan mulai dari pendempulan, pengamplasan, menghaluskan serat kasar, pengecatan dasar, dan pengecatan akhir.
Kegiatan PkM ini melibatkan sebanyak 27 orang dari UNJ, terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan, serta diikuti oleh 30 peserta dari pihak sekolah.
Siswa dibekali pemahaman mengenai isu-isu krusial perubahan iklim, seperti pengelolaan limbah, energi terbarukan dan emisi karbon.
Desain ini menghadirkan efisiensi tinggi bagi pengelolaan material di industri kedirgantaraan, sekaligus menjadi contoh kolaborasi akademisi dan industri yang berdampak nyata.
MAHASISWA Program Studi (Prodi) Teknik Logistik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Nai’la Nursyifa, berhasil mengembangkan pendekatan pembelajaran inovatif.
GCBME juga menghadirkan para pembicara kunci bertaraf internasional yang memperkaya diskusi dan memperluas perspektif para peserta.
Siswa dibekali pemahaman mengenai isu-isu krusial perubahan iklim, seperti pengelolaan limbah, energi terbarukan dan emisi karbon.
Pelatihan ini membekali para guru dengan pengetahuan dasar hingga praktik langsung dalam pembuatan animasi 3D.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved