Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Korban Bencana yang Tinggal di Rumah Kerabat Terima Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu, Cair Besok

Media Indonesia
25/12/2025 22:23
Korban Bencana yang Tinggal di Rumah Kerabat Terima Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu, Cair Besok
Korban bencana banjir bandang dan longsor menempati bangunan sementara yang dibangun secara mandiri di pinggir jalan lintas Geumpag-Pameu-Takengon, Desa Lut Jaya, Rusip Antara, Aceh Tengah, Aceh, Rabu (24/12/2025)(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dana tunggu hunian bagi korban bencana di Sumatra yang mengungsi di rumah kerabat atau saudara mulai dicairkan.

Kepala BNPB Suharyanto di Banda Aceh, Kamis (25/12), mengatakan dana tunggu hunian tersebut sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) setiap bulan. Bantuan ini diberikan kepada korban bencana yang tidak menempati hunian sementara (huntara).

"Pemerintah mulai besok mencairkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per KK setiap bulan. Dana ini diberikan kepada masyarakat korban bencana yang tidak tinggal di hunian sementara, tetapi ditampung di rumah kerabat atau saudaranya," kata Suharyanto dikutip dari Antara, Kamis (25/12).

Ia menjelaskan, dana tunggu hunian disalurkan secara non-tunai dengan mekanisme transfer langsung ke rekening penerima melalui bank pemerintah yang ada di Provinsi Aceh.

Pada tahap awal, lanjut Suharyanto, dana tunggu hunian akan disalurkan untuk periode Desember 2025, Januari, dan Februari 2026. Bantuan tersebut akan terus diberikan hingga para korban memperoleh hunian tetap.

Terkait data penerima, Suharyanto mengatakan pendataan masih terus berlangsung. Namun, di sejumlah kabupaten/kota, data korban bencana yang mengungsi di rumah kerabat maupun saudara telah tersedia.

"Penyaluran dana tunggu hunian ini tidak menunggu semuanya terdata. Kalau ada 10, 100, atau 1.000, langsung ditransfer. Sebab datanya dinamis dan yang mendatang langsung dari lapangan," kata Suharyanto.

Sementara itu, mengenai pembangunan hunian sementara, Suharyanto menyebut prosesnya telah mulai berjalan. Pembangunan huntara tidak hanya difokuskan di satu lokasi, tetapi juga dapat dilakukan di lahan rumah warga yang mengalami rusak berat atau hilang akibat banjir.

"Banyak masyarakat korban bencana menginginkan pembangunan hunian sementara di lokasi tempat tinggal asalnya, karena mereka tidak ingin jauh dari kampung atau rumah awalnya. Dan keinginan ini tentu diakomodir," kata Suharyanto. (Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya