Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dana tunggu hunian bagi korban bencana di Sumatra yang mengungsi di rumah kerabat atau saudara mulai dicairkan.
Kepala BNPB Suharyanto di Banda Aceh, Kamis (25/12), mengatakan dana tunggu hunian tersebut sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) setiap bulan. Bantuan ini diberikan kepada korban bencana yang tidak menempati hunian sementara (huntara).
"Pemerintah mulai besok mencairkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per KK setiap bulan. Dana ini diberikan kepada masyarakat korban bencana yang tidak tinggal di hunian sementara, tetapi ditampung di rumah kerabat atau saudaranya," kata Suharyanto dikutip dari Antara, Kamis (25/12).
Ia menjelaskan, dana tunggu hunian disalurkan secara non-tunai dengan mekanisme transfer langsung ke rekening penerima melalui bank pemerintah yang ada di Provinsi Aceh.
Pada tahap awal, lanjut Suharyanto, dana tunggu hunian akan disalurkan untuk periode Desember 2025, Januari, dan Februari 2026. Bantuan tersebut akan terus diberikan hingga para korban memperoleh hunian tetap.
Terkait data penerima, Suharyanto mengatakan pendataan masih terus berlangsung. Namun, di sejumlah kabupaten/kota, data korban bencana yang mengungsi di rumah kerabat maupun saudara telah tersedia.
"Penyaluran dana tunggu hunian ini tidak menunggu semuanya terdata. Kalau ada 10, 100, atau 1.000, langsung ditransfer. Sebab datanya dinamis dan yang mendatang langsung dari lapangan," kata Suharyanto.
Sementara itu, mengenai pembangunan hunian sementara, Suharyanto menyebut prosesnya telah mulai berjalan. Pembangunan huntara tidak hanya difokuskan di satu lokasi, tetapi juga dapat dilakukan di lahan rumah warga yang mengalami rusak berat atau hilang akibat banjir.
"Banyak masyarakat korban bencana menginginkan pembangunan hunian sementara di lokasi tempat tinggal asalnya, karena mereka tidak ingin jauh dari kampung atau rumah awalnya. Dan keinginan ini tentu diakomodir," kata Suharyanto. (Ant/P-4)
Selain donasi publik, Pemprov DKI juga mengalokasikan 10% pendapatan Ancol pada Rabu (31/12) untuk kepentingan kemanusiaan.
Penyaluran donasi ini melalui BAZNAS sehingga diyakini bakal sampai ke tangan yang tepat dan membutuhkan.
Presiden Prabowo menyampaikan ucapan Natal 2025 kepada umat Kristiani di Indonesia serta mendoakan korban bencana Sumatra
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat meningkatnya kasus sejumlah penyakit pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Operasi pencarian korban masih dilakukan petugas gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan bencana Aceh melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
BANJIR bandang yang menghancurkan kawasan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-26 November 2025 lalu telah menyisakan kesedihan ratusan ribu korban terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved