Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN SAR Nasional (Basarnas) menyatakan operasi pencarian korban bencana banjir di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh resmi dihentikan dan dialihkan menjadi operasi pemantauan.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan keputusan tersebut diambil karena dalam beberapa hari terakhir tidak ditemukan lagi korban bencana.
"Operasi pencarian yang sejak sebulan dilakukan dihentikan dan dialihkan ke operasi pemantauan. Dalam beberapa hari terakhir operasi pencarian tidak membutuhkan hasil," kata Harris Al Hussain dikutip dari Antara, Kamis (25/12).
Ia menyebutkan, operasi pencarian korban banjir di Provinsi Aceh telah berlangsung selama 31 hari dan Kamis (25/12/2025) menjadi hari terakhir pelaksanaan operasi pencarian aktif.
Ibnu Harris Al Hussain mengatakan hingga saat ini masih terdapat 31 orang yang dinyatakan hilang. Dengan rentang waktu satu bulan sejak bencana terjadi, peluang korban ditemukan dalam kondisi selamat dinilai sangat kecil.
"Waktu bertahan seseorang dalam kondisi bencana paling lama tujuh hari. Kini sudah 31 hari pascabencana, sehingga kecil kemungkinannya mereka yang dinyatakan hilang dalam kondisi selamat," katanya.
Kendati pencarian langsung dihentikan, ia menegaskan bahwa operasi SAR tetap berjalan dalam bentuk pemantauan. Jika terdapat laporan atau temuan korban, tim SAR akan segera dikerahkan ke lokasi.
"Kami juga mengimbau masyarakat jika menemukan korban segera melaporkan guna proses evakuasi. Saat ini tim SAR tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana," kata Ibnu Harris Al Hussain.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (25/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Provinsi Aceh mencapai 503 orang, sedangkan 31 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (Ant/P-4)
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatra Utara mencatat 91 warga masih dinyatakan hilang.
NAGARI Salareh Aia, Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, salah satu titik terdampak paling parah bencana di Sumatra Barat. Keluarga korban banjir hilang tersapu arus
Kondisi sebagian wilayah terdampak masih sulit dijangkau karena putusnya akses, cuaca buruk, serta kerusakan infrastruktur yang rusak parah.
Dari bencana alam tersebut tercatat ada 356 titik kejadian bencana, dengan dominasi banjir di 205 titik, dan terbanyak terjadi di wilayah Kota Denpaasar.
Sebanyak 56 orang tewas dan puluhan lainnya hilang setelah banjir bandang disertai lumpur terjadi di Kashmir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved