Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gubernur: 216 Warga Sumbar Masih Hilang

Yose Hendra
03/12/2025 21:16
Gubernur: 216 Warga Sumbar Masih Hilang
Ilustrasi(ANTARA/Iggoy el Fitra)

JUMLAH korban bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Sumatra Barat terus bertambah. Hingga Rabu (3/12), 194 jiwa dilaporkan meninggal dunia dan 216 warga masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Kondisi sebagian wilayah terdampak masih sulit dijangkau karena putusnya akses, cuaca buruk, serta kerusakan infrastruktur yang rusak parah.

Di Kabupaten Agam, jalan dan jembatan yang rusak membuat proses evakuasi berjalan lambat. Pasaman Barat melaporkan kerusakan permukiman dalam skala luas. Kota Padang Panjang menghadapi gangguan layanan dasar akibat longsor yang memutus akses antarwilayah. Di Tanah Datar, banjir bandang menghanyutkan puluhan rumah serta merusak hamparan lahan pertanian warga. Kondisi serupa juga tercatat di Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan sejumlah daerah lain yang mengalami kerusakan berat dan jatuhnya korban jiwa.

Melihat besarnya dampak bencana dan masih banyaknya warga yang belum ditemukan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerukan solidaritas penuh antardaerah untuk percepatan penanganan.

“Hari ini sebagian saudara kita berjuang dalam kesedihan yang mendalam. Jangan biarkan mereka berdiri sendiri. Kita punya kewajiban moral, sosial, dan kemanusiaan untuk saling menguatkan,” tegas Mahyeldi.

Ia menekankan bahwa upaya pencarian 216 warga yang masih hilang tidak boleh hanya dibebankan kepada daerah terdampak. Karena itu, seluruh bupati dan wali kota diminta segera menggerakkan sumber daya yang dimiliki, mulai dari alat berat, SDM teknis, relawan, logistik, hingga alokasi anggaran sesuai kapasitas masing-masing.

“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota untuk bergerak cepat memberikan bantuan konkret. Penanganan bencana ini adalah tugas bersama sebagai satu kesatuan Sumatera Barat,” ujarnya.

Mahyeldi juga meminta agar koordinasi lintas daerah diperkuat melalui BPBD kabupaten/kota dan BPBD Provinsi Sumbar. Kecepatan dalam mengirimkan bantuan dan ketepatan sasaran, menurutnya, sangat menentukan peluang menyelamatkan lebih banyak nyawa serta mempercepat proses pemulihan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik