Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Sumatra Barat terus bertambah. Hingga Rabu (3/12), 194 jiwa dilaporkan meninggal dunia dan 216 warga masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Kondisi sebagian wilayah terdampak masih sulit dijangkau karena putusnya akses, cuaca buruk, serta kerusakan infrastruktur yang rusak parah.
Di Kabupaten Agam, jalan dan jembatan yang rusak membuat proses evakuasi berjalan lambat. Pasaman Barat melaporkan kerusakan permukiman dalam skala luas. Kota Padang Panjang menghadapi gangguan layanan dasar akibat longsor yang memutus akses antarwilayah. Di Tanah Datar, banjir bandang menghanyutkan puluhan rumah serta merusak hamparan lahan pertanian warga. Kondisi serupa juga tercatat di Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan sejumlah daerah lain yang mengalami kerusakan berat dan jatuhnya korban jiwa.
Melihat besarnya dampak bencana dan masih banyaknya warga yang belum ditemukan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerukan solidaritas penuh antardaerah untuk percepatan penanganan.
“Hari ini sebagian saudara kita berjuang dalam kesedihan yang mendalam. Jangan biarkan mereka berdiri sendiri. Kita punya kewajiban moral, sosial, dan kemanusiaan untuk saling menguatkan,” tegas Mahyeldi.
Ia menekankan bahwa upaya pencarian 216 warga yang masih hilang tidak boleh hanya dibebankan kepada daerah terdampak. Karena itu, seluruh bupati dan wali kota diminta segera menggerakkan sumber daya yang dimiliki, mulai dari alat berat, SDM teknis, relawan, logistik, hingga alokasi anggaran sesuai kapasitas masing-masing.
“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota untuk bergerak cepat memberikan bantuan konkret. Penanganan bencana ini adalah tugas bersama sebagai satu kesatuan Sumatera Barat,” ujarnya.
Mahyeldi juga meminta agar koordinasi lintas daerah diperkuat melalui BPBD kabupaten/kota dan BPBD Provinsi Sumbar. Kecepatan dalam mengirimkan bantuan dan ketepatan sasaran, menurutnya, sangat menentukan peluang menyelamatkan lebih banyak nyawa serta mempercepat proses pemulihan. (H-2)
Normalisasi Sungai Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh guna mengurangi risiko dampak banjir di Kota Padang.
Sejumlah kawasan di Sumatera Barat (Sumbar) kembali diterjang banjir dan banjir bandang (galodo) menyusul curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak kemarin hingga Jumat (2/1).
Hantaman air sungai yang mengikis tebing dapat membuat longsoran dan menutup aliran sungai.
Sebanyak 4.446 korban banjir di Padang, Sumatra Barat masih Mengungsi, sementara 12 orang meninggal dunia
Bantuan meliputi logistik non-sembako sepeti air minum, popok, pembalut, biskuit, pakaian hingga seragam sekolah disiapkan untuk menjangkau kelompok rentan.
Basarnas menghentikan operasi pencarian korban banjir di Aceh setelah 31 hari. Sebanyak 31 orang masih dinyatakan hilang dan pencarian dialihkan ke operasi pemantauan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatra Utara mencatat 91 warga masih dinyatakan hilang.
NAGARI Salareh Aia, Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, salah satu titik terdampak paling parah bencana di Sumatra Barat. Keluarga korban banjir hilang tersapu arus
Dari bencana alam tersebut tercatat ada 356 titik kejadian bencana, dengan dominasi banjir di 205 titik, dan terbanyak terjadi di wilayah Kota Denpaasar.
Sebanyak 56 orang tewas dan puluhan lainnya hilang setelah banjir bandang disertai lumpur terjadi di Kashmir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved