Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah Senin (1/12) kirimkan bantuan logistik dan relawan ke daerah bencana hidrometeorologi di Sumatera, diharapkan bantuan akan meringankan beban warga korban bencana banjir dan longsor tersebut.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (30/11) puluhan personil dan barang logistik dari mulai makanan, obat-obatan dan kebutuhan logistik lainnya mulai dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menurut rencana Senin (1/12) akan diberangkatkan ke daerah bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Sebanyak 6 armada truk terlihat disiapkan di halaman Kantor BPBD Jawa Tengah untuk mengangkut bantuan dalam bentuk barang yang sudah terkumpul di gudang dan mulai ditata di atas bak truk box.
"Besok kita berangkatkan bantuan ke Sumatera Barat melalui jalur darat, selain logistik juga sebanyak 30 relawan akan diturunkan ke daerah bencana tersebut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan.
Sesuai hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjut Bergas Catursasi Penanggungan, sejumlah kebutuhan mendesak telah dipetakan untuk segera dikirim, bantuan difokuskan pada logistik dasar dan dukungan personel untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Bantuan dikirim untuk memenuhi kebutuhan korban bencana, ungkap Bergas Catursasi Penanggungan, meliputi logistik non-sembako sepeti air minum, popok, pembalut, biskuit, pakaian hingga seragam sekolah disiapkan untuk menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan.
Selain itu 30 personel relawan, menurut Bergas Catursasi Penanggungan, diterjunkan untuk mendukung operasi kemanusiaan, meliputi tim pembersihan fasilitas umum, Tim WASH PMI untuk layanan air bersih dan petugas lapangan dari BPBD. " Dipilihnya akses darat memungkinkan mobilisasi logistik berlangsung cepat," imbuhnya.
Sementara itu Dinas Sosial Jawa Tengah, demikian Bergas Catursasi Penanggungan, juga akan mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan pangan penyintas dan tim kesehatan membawa alat dan obat-obatan untuk memastikan layanan medis berjalan cepat, sehingga diharapkan bantuan akan meringankan beban warga korban bencana banjir dan longsor itu.
Di sisi lainnya, ujar Bergas Catursasi Penanggungan, penggalangan bantuan dilakukan bersama sejumlah institusi yakni Bank Jateng, Korpri, Dinas Pendidikan, Dinas ESDM, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Biro Perekonomian (BUMD), Yayasan Telogorejo, PMI, dan Baznas, sehingga upaya kolektif ini diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan. (H-2)
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban
Bantuan lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat semangat warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana dan memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.
Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama sembako serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak.
Bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, shelter kits (terpal, tikar, paku dan lain-lain), cooking utensils (alat masak), dan hygiene kits.
Asisten I Pemerintahan Pemkab Tapteng Jhonedi Marbun mengutarakan Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan daerah paling parah yang terdampak atas bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Selain pembagian beras secara nasional, GEMPAR juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah yang terdampak bencana alam.
Normalisasi Sungai Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh guna mengurangi risiko dampak banjir di Kota Padang.
Sejumlah kawasan di Sumatera Barat (Sumbar) kembali diterjang banjir dan banjir bandang (galodo) menyusul curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak kemarin hingga Jumat (2/1).
Hantaman air sungai yang mengikis tebing dapat membuat longsoran dan menutup aliran sungai.
Kondisi sebagian wilayah terdampak masih sulit dijangkau karena putusnya akses, cuaca buruk, serta kerusakan infrastruktur yang rusak parah.
Sebanyak 4.446 korban banjir di Padang, Sumatra Barat masih Mengungsi, sementara 12 orang meninggal dunia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved