Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan beras sebanyak 30 ton untuk korban bencana yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bukan merupakan bantuan resmi dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), melainkan berasal dari organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Uni Emirat Arab.
"Bulan Sabit Uni Emirat Arab ini semacam PMI di Uni Emirat Arab. Jadi non-government organization," kata Tito saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dikutip dari Antara, Jumat (19/12).
Tito menjelaskan, Pemkot Medan sempat menerima bantuan beras tersebut. Namun, karena mengira bantuan berasal langsung dari pemerintah UEA, Pemkot Medan belum mengambil langkah untuk memanfaatkan bantuan tersebut lantaran belum ada mekanisme resmi kerja sama antarpemerintah.
"Dipikir oleh Pak Wali Kota (bantuan) adalah dari pemerintah atau Government to government yang belum ada mekanisme-nya," kata Tito.
Tito melanjutkan, beras tersebut sudah dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center di Medan.
Setelah diketahui bahwa bantuan tersebut berasal dari organisasi nonpemerintah, bantuan beras itu kemudian dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center di Medan.
Selanjutnya, pendistribusian bantuan akan dilakukan oleh pihak Muhammadiyah ke wilayah-wilayah terdampak bencana.
"Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat," jelas Tito. (Ant/P-4)
Kasatgas PRR Tito Karnavian fokus percepat rehabilitasi 11 kabupaten di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Simak progres pemulihan infrastruktur pascabencana 2026.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras untuk korban bencana di Medan dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved