Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras untuk korban bencana di Medan bukan berasal resmi berasal dari UEA, melainkan organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab. Beras itu, kata Mendagri, dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center di Medan, Sumut.
Tito menjelaskan bahwa organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab layaknya PMI di Uni Emirat Arab.
"Jadi non-government organization," ujar Tito di Jakarta, dikutip Sabtu (201/12).
Pemerintah Kota Medan yang menerima bantuan itu mengira berasal dari pemerintah UEA. Namun, setelah itu pemerintah setempat baru mengetahui bahwa bantuan berasal dari organisasi non-pemerintah.
Ia menegaskan bahwa mekanisme bantuan dari non-government ke government belum ada. Oleh karena itu,Pemerintah Kota Medan belum tahu bantuan tersebut harus ditindaklanjuti seperti apa.
"Dipikir Pak Wali Kota dari pemerintah atau government to government yang belum ada mekanisme-nya," terang Tito.
Mendagri menyebut bantuan itu akhirnya dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center di Medan.
Muhammadiyah yang akan mendistribusikan bantuan ke lokasi bencana dan membagikannya pada masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Sumatra. (Ant/H-4)
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bantuan 30 ton beras untuk korban bencana di Medan bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved