Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan asal-usul dan mekanisme penyaluran bantuan beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk penanganan bencana di Sumatra. Pemerintah menegaskan bantuan tersebut bukan berasal dari skema antarnegara, melainkan dari organisasi kemanusiaan, sehingga penyalurannya dilakukan melalui lembaga masyarakat.
Tito mengungkapkan, pemerintah pusat langsung berkomunikasi dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk memastikan sumber bantuan tersebut.
"Bantuan beras dari United Arab Emirates kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton berasal bukan dari dasar dari pemerintahan United Arab Emirates tapi dari Red Crescent," kata Tito dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jumat (19/12).
Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari Bulan Sabit Merah UEA, sebuah organisasi non-pemerintah yang setara dengan Palang Merah Indonesia. Karena bukan bantuan government to government, mekanisme penyalurannya tidak melalui jalur resmi antarnegara.
Awalnya, kata Tito, beras direncanakan diserahkan kepada Wali Kota Medan, namun terdapat kendala administratif. "Berasnya sudah dikirim saat itu akan diberikan kepada Wali Kota Medan Pak Rico, namun Pak Rico menyampaikan belum ada kejelasan mengenai mekanisme," ujarnya.
Ia menjelaskan, Wali Kota Medan menilai bantuan tersebut semula dikira sebagai bantuan antar pemerintah. Untuk memastikan bantuan segera sampai ke masyarakat terdampak, kemudian diambil kesepakatan penyaluran melalui lembaga kemanusiaan.
"Kemudian beras ini diserahkan atas kesepakatan kemudian diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center," ujar Tito.
Ia menambahkan, Muhammadiyah membentuk pusat kemanusiaan di Medan khusus untuk penanganan bencana. Saat ini, seluruh bantuan beras tersebut telah berada di tangan Muhammadiyah dan siap disalurkan.
"Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah. Dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat," pungkas Tito. (I-3)
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras untuk korban bencana di Medan dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bantuan 30 ton beras untuk korban bencana di Medan bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab
Prabowo bersama Sheikh Theyab dijelaskan seputar fasilitas rumah sakit.
Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan dukungan penuh kepada Mesir sekaligus mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyerukan pengusiran warga Palestina.
Prabowo akan terbang langsung ke Ankara, Turki, untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan sebagai balasan kunjungan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia beberapa waktu silam.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved