Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

TNI akan Tambah Personel ke Sumatra

M Ilham Ramadhan Avisena
19/12/2025 15:35
TNI akan Tambah Personel ke Sumatra
Prajurit Yonkes 1 Marinir TNI AL memeriksa kesehatan warga di KRI dr Soeharso-990, perairan Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12).(ANTARA/BAYU PRATAMA S)

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) mengintensifkan dukungan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan mengerahkan puluhan ribu personel, alutsista, serta logistik skala besar. Fokus utama TNI tidak hanya pada tanggap darurat, tetapi juga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur serta pemulihan sosial masyarakat.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan, personel yang telah dikerahkan hingga saat ini mencapai puluhan ribu dan masih akan bertambah seiring masuknya tahap lanjutan. "Saya laporkan pelibatan personel TNI yang sudah existing sekarang jumlah 36.636 orang dan akan ada penambahan personil, yaitu dalam tahap rekonstruksi, rehabilitasi nanti dari Batalyon Zeni dan Yon TP dan Nakes," kata Agus dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jumat (19/12). 

Personel tersebut dilibatkan dalam berbagai pekerjaan strategis, mulai dari pemasangan jembatan darurat, pembangunan hunian, hingga pemulihan lingkungan. Agus menjelaskan, TNI membantu pemasangan jembatan bailey, pembuatan perumahan sementara dan perumahan tetap, kemudian pembersihan lumpur dan kayu, normalisasi jalan, dan melanjutkan distribusi logistik.

Selain itu, dukungan juga diberikan pada aspek kesehatan dan pemulihan psikologis warga. TNI terlibat dalam layanan medis, trauma healing, serta penyiapan air bersih. Distribusi hasil bumi dari daerah terdampak juga difasilitasi agar roda ekonomi tetap bergerak. "Pendistribusian hasil bumi yang sudah dilakukan dari Bener Meriah dibawa ke Medan dan Halim, yaitu sayur-mayur dan cabai kemarin sejumlah 52 ton," ujar Agus.

Dari sisi logistik dan transportasi, TNI mengoperasikan 84 unit alutsista untuk mendukung pengiriman bantuan. Pengiriman dilakukan melalui udara, laut, dan darat. Itu termasuk digunakan untuk membawa peralatan PLN, BBM, kendaraan kesehatan, dapur lapangan, tim nakes, alat berat, dan beras.

Hingga kini, total logistik yang telah disalurkan mencapai ribuan ton. "Logistik yang sudah didistribusi sejumlah 2.428 ton yang melalui angkutan udara, melalui air drop, melalui KRI, melalui kapal ADRI, dan bantuan melalui jalur darat," jelas Agus. 

Pada sektor infrastruktur penghubung, TNI menyiapkan dan memasang 32 jembatan bailey di tiga provinsi. Di Aceh, sebanyak 18 jembatan disiapkan, dengan sejumlah unit telah terpasang dan dimanfaatkan masyarakat. “Jembatan Teupin Reudeup 99%, kemudian Jembatan Teupin Mane sudah 100% dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, kemudian Jembatan Kutablang 60%," jelas Agus. 

Di Sumatra Utara, tiga jembatan bailey telah dan sedang dipasang. Sementara di Sumatra Barat, dari 11 jembatan bailey yang disiapkan, beberapa telah rampung dan bisa dilalui. (I-3) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya