Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTAMINA Patra Niaga menegaskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Batam dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di lapangan. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama untuk BBM jenis solar.
Section Head Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, M. Romi Bahtiar, mengatakan bahwa penyaluran BBM di Batam, termasuk Biosolar dan Dexlite, tetap berjalan dengan baik. Ia menegaskan stok BBM yang tersimpan di Terminal BBM Batam berada pada level aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Secara umum penyaluran BBM di Batam berjalan normal. Stok BBM di Terminal BBM Batam juga tercatat mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” katanya, Minggu (13/12).
Meski demikian, pantauan Media Indonesia di lapangan masih ada yang menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU. Antrean didominasi kendaraan berbahan bakar solar, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan barang. Kondisi ini dikeluhkan pengguna karena dinilai menghambat aktivitas dan menambah biaya operasional.
“Antreannya panjang dan memakan waktu. Kami harus menunggu cukup lama hanya untuk mengisi solar. Ini tentu berdampak pada pekerjaan kami,” keluh seorang pengguna kendaraan diesel SPBU Batu Aji di Batam.
Pengguna lainnya menilai klaim pasokan aman belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi di SPBU. Mereka berharap ada langkah konkret agar distribusi BBM bisa lebih merata dan antrean tidak terus berulang.
“Kalau memang stok aman, seharusnya antrean bisa dihindari. Di lapangan kami masih kesulitan, apalagi saat jam-jam sibuk,” ujar pengguna Dexlite lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa antrean terjadi akibat peningkatan permintaan dalam waktu bersamaan di sejumlah SPBU. Lonjakan konsumsi tersebut membuat beberapa SPBU mengalami penumpukan kendaraan meskipun stok secara keseluruhan dinilai aman.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina mengaku telah melakukan penyesuaian distribusi, termasuk mempercepat penyaluran ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan serta mengoptimalkan armada pengangkut BBM agar pasokan dapat segera tiba.
Pertamina juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan distribusi dan berkoordinasi dengan pengelola SPBU guna meminimalkan antrean. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti ketentuan pengisian BBM yang berlaku.
Ke depan, pengguna berharap adanya evaluasi lebih lanjut agar kondisi serupa tidak kembali terjadi, terutama saat permintaan BBM meningkat. Kelancaran distribusi dinilai menjadi kunci agar aktivitas masyarakat dan sektor transportasi di Batam tidak terganggu. (H-2)
CADANGAN BBM nasional yang saat ini berada di kisaran sekitar 20–21 hari dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kondisi normal, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Pemerintah kini menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru untuk memperkuat ketahanan energi hingga target tiga bulan cadangan.
Bahlil mengatakan 30% impor gas minyak cair (LPG) Indonesia juga berasal dari Timur Tengah, dan pemerintah akan mencari pemasok alternatif.
MANTAN Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK menilai serangan Amerika Serikat - Israel terhadap Iran akan mengerek harga minyak dunia menjadi naik. Dampaknya terhadap Indonesia kenaikan BBM
ANTREAN kendaraan disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) mulai meningkat sejak Jumat pagi (6/3).
Antrean kendaraan mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Batam sejak awal pekan ini. Kekosongan Pertamax memaksa warga beralih ke Pertalite.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved