Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTREAN kendaraan mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Batam sejak awal pekan ini. Kekosongan Pertamax memaksa warga beralih ke Pertalite, sementara lonjakan kebutuhan Biosolar di kawasan industri menambah kepadatan. Situasi ini memicu keresahan, terutama di wilayah padat seperti Tiban, Sekupang, Batam Centre, Sagulung, dan Batu Ampar.
“Sudah tiga SPBU saya keliling dari pagi, Pertamax habis semua. Antrean Pertalite sampe keluar jalan raya, truk dan motor besar juga ramai cari Biosolar,” keluh Marsudi, 45, seorang pengusaha transportasi setempat. Ia menambahkan bahwa keterlambatan ini mengganggu operasional harian, dengan banyak pelaku usaha terdampak menjelang akhir tahun. Disperindag Kota Batam menegaskan kuota Pertamax, Solar, dan Pertalite masih aman, masalah murni keterlambatan pengiriman ke depot akibat logistik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) merespons cepat dengan mempercepat distribusi BBM, fokus pada Biosolar yang permintaannya melonjak tajam beberapa hari terakhir. “Kami akselerasi penyaluran ke SPBU prioritas melalui Integrated Terminal (IT) Kabil. Tambahan stok dijadwalkan tiba malam ini, sehingga besok pagi distribusi sudah normal,” kata seorang pejabat perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak mau disebbutkan namanya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/12).
Menurut dia, lonjakan biosolar dipicu aktivitas industri dan transportasi musiman, sementara Pertamax terpengaruh penyesuaian rantai pasok nasional. “Pertalite tetap melimpah di semua SPBU sebagai alternatif. Kami koordinasi dengan Disperindag untuk pantau real-time dan hindari panic buying,” ujarnya. Posko Solusi di kantor Sales Area Retail Kepri juga dibuka untuk bantu daftar QR Subsidi Tepat dan keluhan lapangan.
IMBAU MASYARAKAT
Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan imbau masyarakat beli secukupnya. “Komitmen kami pastikan energi tersedia untuk ekonomi Batam. Hubungi Call Center 135 untuk update terkini,” tuturnya.
Dengan percepatan ini, ketersediaan BBM diharapkan stabil sepenuhnya dalam 24 jam ke depan. Seorang petugas SPBU Sarudin, 55, Jumat (12/12) di kawasan Tiban mengatakan bahwa peningkatan pasokan dari Pertamina mulai terasa sejak dua hari terakhir. “Distribusi sekarang lebih lancar. Jika sebelumnya antrean kendaraan cukup panjang karena suplai datang terlambat, hari ini pasokan sudah kembali stabil,” ujarnya.
Petugas lainnya di wilayah Nongsa juga menyampaikan hal serupa. “Kami menerima pengiriman lebih cepat dari biasanya. Ini membantu mengurangi penumpukan kendaraan, terutama pada jam sibuk,” kata Syukur, 45, petugas SPBU di Nongsa. (E-2)
Antrean didominasi kendaraan berbahan bakar solar, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan barang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved