Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berpotensi di 19 daerah di Jawa Tengah Sabtu (13/12) tersebar di pegunungan barat-tengah, Pantura bagian timur, air laut pasang (rob) jugaasih berlangsung di perairan utara sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura, memasuki siang siang, sore hingga awal malam intensitas hujan semakin meningkat merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 19 daerah terutama kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
Selain sejumlah kawasan di perairan utara seperti Karimunjawa dan Semarang-Demak berpotensi hujan badai, air laut pasang (rob) juga masih berlangsung dengan ketinggian maksimum 1,1 meter pada pukul 00.00-05.00 WIB, sehingga kembali berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
"Warga di Pantura Jawa Tengah diminta untuk waspada banjir sebagai dampak air laut pasang yang masih berlangsung di perairan utara," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto Sabtu (13/12).
Selain itu warga beraktivitas di perairan utara, ungkap Sediyanto, juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca karena hujan turun merata, bahkan di sejumlah perairan berpotensi hujan badai sehingga cukup berisiko terhadap nelayan, meskipun ketinggian gelombang cukup landai berkisar 0,5-1,25 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Triyotomo secara terpisah mengatakan cuaca ekstrem masih berpotensi di belasan daerah di Jawa Tengah, sehingga diminta warga untuk tetap mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Daerah berpotensi terjadi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Triyotomo, tersebar dari barat hingga timur yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Triyotomo. (H-2)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini 19 Januari 2026. BMKG beri peringatan dini potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved