Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Infrastruktur Rusak di Banyak Titik, Pemulihan Listrik Aceh harus Bertahap

Andhika Prasetyo
12/12/2025 08:03
Infrastruktur Rusak di Banyak Titik, Pemulihan Listrik Aceh harus Bertahap
Ilustrasi(Antara)

Pemulihan jaringan listrik di Aceh setelah banjir dan longsor bergerak secara bertahap karena kerusakan infrastruktur yang terjadi tidak hanya di satu titik, melainkan tersebar di banyak lokasi. Kompleksitas ini membuat proses penyalaan kembali sistem harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu gangguan lanjutan. Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Ramzi Adriman, menjelaskan bahwa kondisi jaringan saat ini berada pada fase paling sensitif. Karena itu, setiap upaya pemulihan harus dipastikan stabil sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

“Kerusakan terjadi di berbagai komponen, mulai jaringan transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi. Dengan lokasi yang berjauhan, penanganan setiap titik membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda,” ujarnya.

Salah satu tahapan krusial adalah sinkronisasi sistem, yaitu proses menyatukan kembali pembangkit, gardu induk, dan jaringan agar bekerja dalam satu ritme. Menurut Ramzi, proses ini tidak bisa dilakukan tergesa-gesa.

“Frekuensi, tegangan, dan beban harus benar-benar sinkron. Bila salah satu belum siap, sinkronisasi tidak boleh dipaksakan karena dapat mengganggu keseluruhan sistem,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa manajemen beban atau penyalaan bergilir yang masih berlangsung saat ini merupakan langkah pengamanan yang tepat. Dengan kapasitas yang belum sepenuhnya pulih, pembagian penyalaan membantu mencegah kelebihan beban yang dapat memicu pemadaman lebih luas.

Tantangan lain muncul dari akses menuju wilayah terdampak yang masih terhambat. Pengiriman material perbaikan harus menyesuaikan kondisi jalan, cuaca, dan ketersediaan jalur alternatif. Hal ini menjadikan koordinasi antara tim teknis dan logistik sebagai kunci percepatan pemulihan.

Menurut Ramzi, sifat kerusakan yang tersebar memang membuat pemulihan tidak bisa dilakukan serentak. “Pendekatan bertahap justru diperlukan untuk menjaga kestabilan area yang sudah menyala, sambil memberi ruang bagi pemulihan titik lain sesuai kesiapan teknisnya,” katanya.

Ia berharap akses menuju wilayah terdampak segera pulih agar proses perbaikan dan sinkronisasi dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

“Tujuannya jelas, mengembalikan keandalan kelistrikan Aceh secepat mungkin, tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang,” tutupnya.

PLN Komitmen Kerja Cepat

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal. Ia menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat dicapai dengan kolaborasi lintas sektor.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa-Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari sistem besar Sumatra.

PLN mengerahkan 1.476 personel yang di datangkan dari berbagai unit PLN se-Indonesia untuk membantu mempercepat pekerjaan, baik perbaikan tower di jalur transmisi, perbaikan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menambahkan bahwa pekerjaan dilakukan non stop dengan sistem shift untuk memastikan perbaikan berjalan lebih cepat.

"Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak," Ujar Amirrudin.

Pihaknya juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, hingga akses logistik di area yang sulit dijangkau. Sinergi ini menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur transmisi yang terdampak.

“Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh," tambah Amiruddin. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya