Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), melalui program Japfa Peduli kembali mendistribusikan bantuan pangan untuk korban dan warga terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Total 40 truk berisi makanan dan air kemasan yang dikirimkan, berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Selain melalui lembaga pemerintah, Japfa Peduli juga menyalurkan bantuan secara langsung di sejumlah titik secara bertahap melalui unit operasional Japfa di Sumatra.
"Melalui program Japfa Peduli, kami berkomitmen untuk bergerak cepat memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sinergi kami dengan Kementan RI dan lembaga lainnya, menjadi wujud nyata kolaborasi untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat dan segera," kata Direktur Japfa, Rachmat Indrajaya.
Bantuan untuk Sumatra Barat
Japfa unit Sumbar menyerahkan paket bantuan langsung kepada Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur. Bantuan mencakup 30.000 butir telur, 50 dus susu Real Good, 100 kantung beras 10 kg, serta 20 dus air mineral. Bantuan serupa juga dikirim bersama mitra peternak untuk posko pengungsian, demi meringankan kebutuhan pangan dasar korban banjir. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyatakan segera menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsian.
Selain itu, bersama dengan BPOM Padang, Japfa telah menyalurkan 7.500 telur, 1000 susu Real Good dan 402 toples makanan siap makan. Kegiatan JAPFA Peduli tersebut juga mendapat respon positif dari Kepala Disnakeswan Sumbar, Sukarli, yang menilai kontribusi dari perusahaan penting dalam pemulihan kondisi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terdampak.
Bantuan di Aceh dan Sumatra Utara
Japfa bekerja sama dengan PSI secara bertahap menyalurkan bantuan pangan ke 7 Desa yang terletak di Kecamatan Gandapura, Abireun, diantaranya Desa Teupin Siron, Samuti Aman, Ie Rhop, Blang Guron, Keude Lapang, Alue Mangki dan Ceubo. Selain itu, melalui BPOM Banda Aceh, Japfa juga menyalurkan sebanyak 200 kantung beras ke beberapa titik posko pengungsian.
Japfa unit Sumut bekerja sama dengan BPOM Medan, pada Jumat lalu (05/11) menyalurkan bantuan pangan, berupa sosis, susu dan telur. Dukungan ini melengkapi bantuan lain, seperti logistik pemulihan dan komitmen berkelanjutan terhadap korban bencana di wilayah Sumatra.
Japfa Peduli bekerja sama dengan BPOM Banda Aceh menyalurkan 200 kantung beras
Penyerahan bantuan secara langsung oleh karyawan Japfa unit Sumatra Utara
"Japfa akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Kami turut menyampaikan doa dan harapan agar kondisi di wilayah terdampak segera pulih kembali," tutup Rachmat. (Put/E-1)
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama OK OCE Forever Sumatra Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana.
AWAL pekan lalu masyarakat dikagetkan dengan viralnya video tumpukan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan.
WARGA di Kabupaten Bireuen, Aceh, harus menelan pil pahit karena 47 hari sejak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu penanganan dampak bencana hingga bantuan belum maksimal.
PENANGANAN bencana di Indonesia semakin membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif dunia usaha bersama lembaga kemanusiaan.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved