Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mendagri Tito Karnavian Petakan Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Aceh

Andhika Prasetyo
01/12/2025 07:37
Mendagri Tito Karnavian Petakan Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Aceh
Mendagri Tito Karnavian memberikan bantuan kepada korban banjir di Aceh.(Antara)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turun langsung menemui warga di sejumlah titik terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh. Ia hadir untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak sekaligus memastikan jalannya penanganan darurat.

“Saya ditugaskan Presiden Prabowo Subianto untuk mendata kebutuhan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh. Saya juga dihubungi Menteri Sekretaris Negara dan diminta menyampaikan apa saja yang harus segera dipenuhi, termasuk kebutuhan tanggul,” ujar Tito.

Pernyataan itu disampaikan seusai berdialog dengan masyarakat di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie. Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta membahas upaya mitigasi agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Listrik Terdampak, Banyak Wilayah Gelap Gulita

Tito menyoroti kerusakan infrastruktur kelistrikan yang membuat pasokan listrik ke kawasan barat Aceh—termasuk Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen—terputus. Di Banda Aceh, PLN sementara mengalihkan pasokan dari Nagan Raya, namun distribusi tetap tidak optimal.

Rombongan kemudian bergerak ke Simpang Empat Merdu, Pidie Jaya, untuk meninjau jembatan jalur nasional Medan–Aceh yang terputus akibat longsor.

“Selain rumah warga yang terendam hingga atap, infrastruktur vital seperti jembatan penghubung Medan–Aceh juga rusak berat. Dampaknya, arus transportasi dari Medan ke Aceh lumpuh,” jelas Tito.

Ia menekankan bahwa seluruh elemen pemerintahan harus bergerak cepat melakukan pemulihan, mulai dari perbaikan sarana, pembukaan akses transportasi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Distribusi Bantuan Lewat Udara Diperluas

Sejak peringatan dini BMKG, bantuan dari pemerintah pusat, BNPB, serta Pemerintah Aceh sudah mulai disalurkan. Namun banyak wilayah masih sulit dijangkau lewat darat. Karena itu, distribusi kini diperluas melalui udara menggunakan helikopter TNI–Polri dengan Bandara Malikussaleh dan Cut Nyak Dhien sebagai pusat logistik.

Mendagri sebelumnya tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda dan disambut Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sebelum meninjau berbagai lokasi bencana besar di provinsi tersebut.

Posko bencana kini mendapat dukungan fasilitas komunikasi, dan pemerintah mengimbau warga tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi provokatif selama masa darurat.

Menurut data BPBA per 28 November 2025, sebanyak 17 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dan longsor, dengan lebih dari 10.000 kepala keluarga harus mengungsi. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik