Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DI musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon menyiapkan sebanyak 20 personel Tim Reaksi Cepat (TRC).
“Sebanyak 20 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) standby selama 24 jam, guna memantau dan merespons laporan kejadian bencana,” tutur Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, Kamis (27/11). Mereka, lanjut Syamsul, dibagi menjadi empat grup dan bersiaga dengan sistem shift. “Mereka akan langsung bergerak ke lokasi saat mengetahui atau menerima laporan terjadinya bencana,” tutur Syamsul.
Syamsul pun memastikan bahwa TRC BPBD Kabupaten Cirebon berada dalam kondisi siap menghadapi situasi apa pun. Menurutnya, personel TRC akan langsung bergerak ke lokasi bencana untuk melakukan penanganan awal. “Tim kami standby setiap saat. Begitu ada laporan kejadian, mereka langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” tutur Syamsul.
Tidak hanya menyiagakan TRC, BPBD Kabupaten Cirebon juga menggandeng komunitas relawan seperti Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Kehadiran komunitas ini dinilai sangat membantu, baik dalam memberikan informasi dini maupun mendampingi warga saat terjadi bencana maupun pascabencana. “Komunitas seperti Destana, Kencana, dan relawan lainnya menjadi bagian dari sinergi besar dalam upaya penanggulangan bencana di lapangan,” kata Syamsul.
Selain menyiagakan sumber daya manusia, BPBD Kabupaten Cirebon juga menyiagakan peralatan hingga logistik dalam kondisi siap pakai sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana.
Di mana, SK terkait status siaga bencana juga telah disiapkan sebagai dasar operasional dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan. “Seluruh paket bantuan untuk penanganan awal sudah disiapkan, mulai dari sembako, terpal, tenda, dan berbagai alat pendukung lainnya,” jelasnya
BPBD Kabupaten Cirebon juga menyiagakan kendaraan operasional seperti mobil rescue dan mobil tangki dan mobil dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan warga di titik-titik pengungsian. “Tapi kami tetap berharap intensitas bencana di Kabupaten Cirebon setiap tahunnya bisa menurun sehingga masyarakat tidak banyak terdampak,” harap Syamsul. (H-2)
Bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG Wamena mengimbau warga di 8 kabupaten Papua Pegunungan waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor hingga April 2026.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved