Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

AKBP Basuki Akui Punya Hubungan Asmara dengan Korban Dosen Utag Semarang

Akhmad Safuan
21/11/2025 12:53
AKBP Basuki Akui Punya Hubungan Asmara dengan Korban Dosen Utag Semarang
Korban DLL, dosen Untag Semarang(Akhmad Safuan/MI)

AKBP Basuki mengaku punya hubungan asrama dengan Dosen Hukum Pidana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang DLL,35. Korban ditemukan meninggal di sebuah Kos-Hotel (Kostel) di Jalan Telaga Bodas No 11, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

"Berdasarkan pengakuan, AKBP Basuki sudah menjalin hubungan dengan dosen tersebut sejak 2020 bahkan satu atap, sedangkan diketahui yang bersangkutan sudah memiliki istri sah," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto dikutip Jumat (21/11).

Pernyataan AKBP Basuki ini, lanjut Artanto, bisa dijerat dengan dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KKEP) karena tinggal satu atap dengan perempuan tanpa ikatan perkawinan yang sah, sehingga tergolong pelanggaran berat karena menyangkut kesusilaan dan berdampak pada citra kepolisian.

Bahkan dalam hubungan tersebut, korban DLL yang diketahui merupakan warga Purwokerto dan AKBP Basuki sudah memiliki satu Kartu Keluarga (KK) sendiri di wilayah Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, sehingga Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Tengah langsung bertindak mengamankan yang bersangkutan.

Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah Kombes Saiful Anwar mengatakan pada pemeriksaan sebelumnya, AKBP Basuki membantah mempunyai hubungan khusus dengan korban, namun setelah terus dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terungkap bahwa korban dan terduga tersebut telah mengalami living together selama 5 tahun.

Bahkan sebelum ajal menjemput, ungkap Saiful Anwar, AKBP Basuki mendampingi korban di kamar no 210 Kostel  di Jalan Telaga Bodas No 11, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, sehingga menjadi serupa orang yang pertama kali mengetahui dan melaporkan atas kondisi kematian korban.

Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, menurut Saiful Anwar, AKBP Basuki juga mengantar korban ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan medis karena sakit, bermasalah dengan tekanan darah dan kadar gula tinggi, namun hanya menjalani rawat jalan dan dokter merekomendasikan untuk tidak bekerja keras.

Sementara itu kerabat korban Tiwi mempertanyakan kondisi korban saat ditemukan tergeletak telanjang di lantai samping tempat tidur dengan mulut dan hidung berdarah, karena berdasarkan keterangan visum diterima keluarga secara lisan menyebutkan bahwa korban mengalami jantung pecah akibat kerja keras tersebut.

"Bahkan bude di Purwokerto menerima pesan dari nomor seluler tidak dikenal berupa foto kondisi korban yang kemudian dihapus oleh pengirim," ugar Tiwi. (H-4)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya