Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kematian Dosen di Semarang, Polisi Kantongi Rekaman CCTV dan Mencari Ceceran Sperma

Akhmad Safuan
26/11/2025 07:44
Kematian Dosen di Semarang, Polisi Kantongi Rekaman CCTV dan Mencari Ceceran Sperma
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto(Dok ist)

POLISI sudah kantongi rekaman CCTV aktivitas AKBP Basuki  dan Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi di Kos-Hotel (Kostel) di Jalan Telagabodas No 11, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, kini polisi masih mencari sisa cairan sperma baik di seprei, selimut hingga lantai kamar tempat keduanya bersama sebelum kematian dosen tersebut.

Pemantauan Media Indonesia hingga Selasa (25/11) malam, kasus kematian Dosen Hukum Pidana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang Dwinanda Linchia Levi,35, di kamar Kostel di Kota Semarang masih menjadi fokus penyelidikan Polda Jawa Tengah, polisi memisahkan kasus menjadi dua klaster yakni etik profesi Polri dan kematian dosen tersebut.

Dalam perkembangan pengusutan, Polda Jawa Tengah juga tejah mencopot Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Basuki dari jabatannya sebagai Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengendalian Massa (Dalmas) Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Jateng dan memutasi ke bagian Yanma Polda Jawa Tengah serta menempatkan khusus.

"Penyidik juga telah mengantongi rekaman CCTV aktivitas AKBP Basuki yang diketahui berada dalam satu kamar bersama dosen Dwinanda Linchia Levi dari Minggu (16/11) malam hingga Senin (17/11) pagi," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto.

Hasil rekaman CCTV tersebut, lanjut Artanto, nantinya Ajan dikonfirmasikan kepada AKBP Basuki untuk mengungkap kasus kematian Dwinanda Linchia Levi yang ditemukan telanjang tergeletak di lantai kamar, termasuk juga adanya darah di sejumlah bagian tubuh korban yang terus akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, ungkap Artanto, kini juga mencari sisa cairan sperma dengan memeriksa pakaian, selimut, seprei dan melakukan swab lantai kamar Kostel untuk mencari apakah ada cairan lain yang berkaitan dengan aktivitas mereka di dalam kabar Kostel tersebut. "Sejumlah barang bukti diperiksa di laboratorium forensik untuk menguak peristiwa tersebut,"tambahnya .

Tidak hanya di dalam Kostel yang menjadi TKP kematian Dwinanda Linchia Levi, menurut Artanto, penyidik juga melakukan penggeledahan pada mobil AKBP Basuki, di dalam minibus tersebut petugas menemukan sejumlah barang bukti yakni pakaian,  obat-obatan, sebuah tas perempuan dan struk pembayaran parkir Rumah Sakit tertanggal 16 November 2025.

Barang bukti obat-obatan yang ditemukan, demikian Artanto, telah dikirimkan ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk memastikan jenisnya ilegal atau sesuai dengan reaep dokter, bahkan penyidik juga mengarah memeriksa dokter yang menangani korban di rumah sakit untuk menyinkronkan kronologis peristiwa. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya