Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

60 Pendaki yang Terjebak Erupsi Semeru Dipastikan Aman

Andhika Prasetyo
20/11/2025 06:53
60 Pendaki yang Terjebak Erupsi Semeru Dipastikan Aman
Gunung Semeru erupsi.(Antara)

Basarnas memastikan seluruh pendaki yang sempat terjebak di jalur pendakian saat Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi, berada dalam kondisi aman. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, saat dikonfirmasi Rabu malam di Jakarta, menyampaikan bahwa laporan dari petugas di lapangan menunjukkan para pendaki saat ini berlindung di kawasan Ranu Kumbolo.

“Di Ranu Kumbolo aman, hanya saja sudah ada imbauan untuk turun,” ujarnya.

Ranu Kumbolo berada di ketinggian sekitar 2.400 mdpl, atau berjarak sekitar enam jam perjalanan dari puncak Semeru melalui jalur Kalimati, lokasi peristirahatan favorit para pendaki.

Basarnas mencatat terdapat sekitar 60 pendaki bersama 15 pemandu yang tertahan di area tersebut. Cuaca berkabut disertai hujan ringan membuat jalur utara yang merupakan jalur turun tertutup kabut hingga sore hari.

Meski demikian, Edy memastikan bahwa personel Basarnas terus siaga dan menjalin komunikasi intensif dengan relawan, pemandu, serta petugas TNBTS guna mendampingi proses evakuasi para pendaki dari kawasan Semeru.

Operasi evakuasi ini juga melibatkan tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI/Polri yang telah bergerak tak lama setelah erupsi terjadi.

“Kondisinya aman,” tegas Edy.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 16.00 WIB dengan kolom letusan setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak. Erupsi tersebut mengeluarkan awan panas yang meluncur hingga tujuh kilometer, dengan kolom abu tebal mengarah ke utara dan barat laut.

Letusan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 16 menit 40 detik. Aktivitas erupsi yang terjadi pada sore hari dinyatakan mereda pada pukul 18.11 WIB, namun status gunung masih berada di Level IV (Awas) untuk mengantisipasi kemungkinan aktivitas lanjutan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik