Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi dengan luncuran awan panas mencapai jarak enam kilometer dari kawah. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi terjadi pada pukul 05.54 WIB. Erupsi tersebut berupa awan panas guguran yang meluncur ke arah sektor tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan.
“Terjadi erupsi pada pukul 05.54 WIB dan erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur enam kilometer mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan), sebaran abu teramati mengarah ke timur laut-utara,” kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom letusan terpantau mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah utara dan timur laut. Erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik.
Beberapa jam kemudian, Semeru kembali erupsi pada pukul 07.25 WIB. Pada letusan kedua, tinggi kolom abu tercatat sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 mdpl.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik,” ujarnya.
Saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” kata Sigit.
PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak, yang dapat memicu lahar dingin di aliran sungai tersebut.
Dengan status Siaga yang masih berlaku, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berpotensi terjadi sewaktu-waktu. Otoritas setempat mengimbau warga untuk mematuhi rekomendasi resmi guna meminimalkan risiko bencana. (Ant/E-3)
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali memperlihatkan aktivitas vulkanik dengan menyemburkan asap setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha memaparkan totalnya ada 187 orang yang berada di Ranu Kumbolo saat Gunung Semeru erupsi, Rabu (19/11).
BADAN Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jawa Timur memastikan 178 pendaki yang terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dalam kondisi baik.
Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Basarnas memastikan seluruh pendaki yang sempat terjebak di jalur pendakian saat Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi, berada dalam kondisi aman.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (21/12/2025) pagi dengan tinggi kolom abu 1.200 meter.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
BANJIR lahar hujan disertai material vulkanik Gunung Semeru merendam sebanyak 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
AKTIVITAS Gunung Semeru terus menurun.
BMKG juga mendeteksi adanya aktivasi Gelombang Rossby Equator dan Low Frequency di sebagian besar Jawa Timur pada periode 25 November-2 Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved