Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Semeru Muntahkan Asap Setinggi 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Zona Rawan

Andhika Prasetyo
22/11/2025 06:41
Semeru Muntahkan Asap Setinggi 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Zona Rawan
Gunung Semeru erupsi.(Antara)

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali memperlihatkan aktivitas vulkanik dengan menyemburkan asap setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak. Informasi ini disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdasarkan hasil pemantauan yang dipublikasikan di Jakarta pada Sabtu dini hari.

Dalam laporan resminya, Badan Geologi menjelaskan bahwa aktivitas visual Semeru terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut level 0–II. Asap putih dari kawah utama tampak keluar dengan intensitas sedang hingga kuat, menjulang hingga 1.000 meter pada pukul 00.10 WIB. Kondisi cuaca di area gunung tercatat bervariasi dari cerah hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara–selatan dengan suhu udara berkisar antara 21–24 derajat Celcius.

Dari sisi kegempaan, tercatat 157 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 58-185 detik. Selain itu, terekam pula 17 gempa guguran, 19 gempa hembusan, satu gempa vulkanik dalam, enam gempa tektonik jauh, serta satu gempa getaran banjir dengan amplitudo 43 mm selama 6.499 detik.

Badan Geologi menegaskan masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 20 kilometer dari puncak. Di luar area tersebut, warga juga diimbau menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena masih ada potensi awan panas maupun aliran lahar.

Selain itu, radius aman dari kawah ditetapkan minimal delapan kilometer untuk menghindari ancaman lontaran batu pijar. Peringatan juga diberikan terkait risiko awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta aliran anak sungainya.

Sebelumnya, Gunung Semeru dilaporkan meletus pada Rabu (19/11) sekitar pukul 16.00 WIB dengan kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak. Erupsi tersebut mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur hingga tujuh kilometer, sementara arah sebaran abu bergerak ke utara dan barat laut. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Saat ini, Badan Geologi menetapkan Semeru pada Status Level IV atau Awas sebagai langkah antisipasi potensi aktivitas lanjutan. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga telah mengaktifkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam hingga 26 November. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik