Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (2/1) pagi, erupsi beberapa kali dengan tinggi letusan bervariasi, antara 500 dan 1.200 meter di atas puncak.
Semeru erupsi pertama terjadi pada pukul 00.57 WIB dan visual letusan tidak teramati, namun itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik.
Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 02.41 WIB dan visual letusan tidak teramati, namun erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 157 detik.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.05 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik.
"Pada pukul 07.57 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Selang hampir satu jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 08.51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 10.02 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Liswanto mengatakan Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Ant/Z-11)
PVMBG menurunkan status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) per 29 November 2025.
PENAMBANGAN pasir di sepanjang aliran sungai Gunung Semeru sementara ditutup total, menyusul status awas Gunung Semeru. Selain itu, bahayanya aliran lahar dingin
Penyiagaan Tim Antisipasi Risiko Letusan Sekunder Gunung Semeru
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru mengalami delapan kali erupsi dengan tinggi letusan 300 hingga 700 meter di atas puncak.
Jalur pendakian Gunung Semeru dibuka setelah sempat ditutup selama lima tahun.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali memperlihatkan aktivitas vulkanik dengan menyemburkan asap setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak.
Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Basarnas memastikan seluruh pendaki yang sempat terjebak di jalur pendakian saat Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi, berada dalam kondisi aman.
GUNUNG Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat beberapa kali erupsi disertai letusan dengan ketinggian hingga 1 kilometer, Kamis (7/11).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved