Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAMBANGAN pasir di sepanjang aliran sungai Gunung Semeru untuk sementara ditutup total, menyusul status awas Gunung Semeru yang masih diberlakukan. Selain itu, masih ada bahaya aliran lahar dingin saat turun hujan.
“Pemkab Lumajang melarang semua jenis pengambilan pari di aliran sungai Gunung Semeru, selam status masih awas,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno di Surabaya, Senin (24/11).
Saat ditanya penutupan berlangsung hingga kapan, pihaknya tidak mengetahui. Pasalnya itu wewenang Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Ia mengatakan untuk menjaga keselamatan penambang, wilayah itu ditutup untuk sementara.
Petugas telah disiapkan di sejumlah titik untuk mengawasi agar tidak ada penambang. Ia mengatakan jika aktivitas masih dilakukan, akan ada petugas yang memberikan teguran keras.
“Untuk sementara tidak ada aktifitas, namun tidak tahu kalau mereka masih saja mengambil secara sebunyi sembunyi. Yang pasti untuk sementara di stop dulu,” ungkapnya.
Bupati Lumajang telah melakukan koordinasi dengan Kapolres Lumajang dan aparat gabungan untuk memastikan pelaksanaan penutupan berjalan efektif.
"Instruksi tegas juga sudah disampaikan agar tidak ada aktivitas tambang yang tetap berlangsung selama status rawan masih diberlakukan," katanya.(H-4)
BPPTKG Yogyakarta mencatat 20 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1600 meter sepanjang Minggu (5/5). Asap kawah di Gunung Merapi tidak teramati.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan telah terjadi erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 800 meter di Gunung Semeru, Rabu (6/3) pagi.
SEJUMLAH wisatawan mancanegara (wisman) terjebak saat terjadi banjir lahar Gunung Semeru yang menerjang secara tiba-tiba dari atas air terjun Tumpak Sewu, Lumajang.
Gunung Marapi di Sumatra Barat masih menunjukkan tingkat keaktifan setelah erupsi hebat pada 3 Desember lalu. Tercatat sejak 4 sampai 12 Desember siang, Marapi terus meletus sebanyak 41 kali.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Triyono mengatakan guguran lava itu terekam melalui periode pengamatan yang berlangsung pada Jumat (27/10) pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved