Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Marapi di Sumatra Barat masih menunjukkan tingkat keaktifan setelah erupsi hebat pada 3 Desember lalu. Tercatat sejak 4 sampai 12 Desember siang, Marapi terus meletus sebanyak 41 kali.
Pos Pemantauan Gunung Marapi (PGA) mencatat letusan terbanyak terjadi di Rabu (6/12), yakni 13 kali letusan disertai 66 kali hembusan. Ahli geologi Sumatra Barat Ade Edward mengatakan Marapi Sumbar sedang menuju Merapi Yogyakarta dalam beberapa tahun ke depan. Artinya, Merapi Yogyakarta dengan Marapi Sumbar sama karakter tetapi beda tingkat kematangannya.
"Merapi Yogyakarta cepat sekali naik status level II atau Waspada ke level III Siaga. Marapi Sumbar lebih dulu erupsi freatik tanpa dilanjutkan dengan guguran lava ke lereng sisi luar tetapi tetap status level II Waspada," jelas Ade, Selasa (12/12).
Baca juga: BKSDA Sumbar Usahakan Korban Erupsi Marapi Dapat Asuransi
"Marapi Sumbar kematangannya masih muda. Kalau Merapi Yogya kematangan sedang lebih dewasa dalam proses perkembangan gunung api type strato," tambah dia. Karenanya, Ade meminta Sumbar perlu mempersiapkan mitigasi lebih serius.
Menilik masih aktifnya erupsi Marapi, PGA pun mewanti-wanti potensi aliran lahar di sungai berhulu di Marapi. "Hasil permodelan perkiraan aliran lahar Gunung Api Marapi. Harap diwaspadai sungai-sungai yang diperkirakan dilanda lahar dan berhulu dari Gunung Api Marapi," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo.
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Marapi Maladministrasi, Ombudsman akan Panggil BKSDA
Ia menambahkan yang terkena warna merah, jika volume keseluruhan sekitar 300 ribu meter kubik, alirannya sampai sana. Yang hijau, jika sumber awalnya 600 ribu meter kubik alirannya sampai sana, dan yang biru demikian juga.
"Harus diingatkan, ini hanya pemodelan. Untuk data valid ialah cek lapangan," sambung petugas Pos PGA Marapi Ahmad Rifandi.
Pos PGA Marapi mengimbau masyarakat yang bermukim di aliran sungai yang berhulu dari sekitar Marapi meningkatkan kewaspadaan terhadap air bah dan banjir bandang. "Ini terutama sungai yang berhulu dari Marapi," pungkas Teguh.
Erupsi Marapi 3 Desember lalu memakan korban jiwa sebanyak 23 orang pendaki. Sementara 52 orang selamat. (Z-2)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
PENAMBANGAN pasir di sepanjang aliran sungai Gunung Semeru sementara ditutup total, menyusul status awas Gunung Semeru. Selain itu, bahayanya aliran lahar dingin
BPPTKG Yogyakarta mencatat 20 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1600 meter sepanjang Minggu (5/5). Asap kawah di Gunung Merapi tidak teramati.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan telah terjadi erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 800 meter di Gunung Semeru, Rabu (6/3) pagi.
SEJUMLAH wisatawan mancanegara (wisman) terjebak saat terjadi banjir lahar Gunung Semeru yang menerjang secara tiba-tiba dari atas air terjun Tumpak Sewu, Lumajang.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Triyono mengatakan guguran lava itu terekam melalui periode pengamatan yang berlangsung pada Jumat (27/10) pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved