Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Geologi Muhammad Wafid mengingatkan adanya potensi bahaya besar akibat erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.
"Potensi bahaya bersumber dari lontran material erupsi di area puncak dan lereng. Akumulasi material hasil erupsi, baik letusan dan aliran lava maupun pembentukan scorie cones berpotensi menjadi guguran lava pijar atau awan panas," ungkapnya, Kamis (20/11).
Dia menambahkan interaksi endapan material guguran lava atau awan pans yang bersuhu tinggi dengan air sungai akan berpotensi terjadinya erupsi sekunder.
Potensi ancaman, lanjutnya, juga ada di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru berupa aliran piroklastik atau awan panas dan lahar yang membawa material produk erupsi turun. Material ini bisa turun jauh ke wilayah permukiman.
"Material guguran lava dan awan panas yang sudah terendapkan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru berpotensi menjadi lahar jika berinteraksi dengan air hujan," jelasnya.
Wafid menegaskan lahar berpotensi menimbulkan korban jiwa di permukiman sepanjang bantaran sungai Besuk Bang, Besuk Kobokan, Besuk Sat dan Besuk Kembar.
Untuk itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tetap merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melaukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak dan pusat erupsi.
"Di luar jark itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai dan sempadan sungai, di sepanjang Besuk Kobokan," tambah Wafid.
Rekomendasi lainnya, masyarakat tidak beraktivits dalam radius 8 kilometer dari kawah atau puncak gunung, karena rawan terhadap bhaya lontaran batu pijar.
Menjawab kemungkinan terjadinya kembali erupsi besar, Wafid menyatakan pemantauan dan laporan akan terus dilakukan pihaknya, "Hari, sampai pukul 09.00 WIB, sudah ada 10 kali letusan, dengan tinggi asap 200-600 meter. Hari sebelumnya, Rabu (19/11) asap tertinggi mencapai 2.000 meter," tambahnya.
Dia juga memaparkan kejadian erupsi Semeru sebelumnya. Pada erupsi Desember 2020, Desember 2021 dan Desember 2020, tanda awal kejadian awan panas besar tidak diawali oleh peningktkan jumlah kegempaan.
"Kejadian awan panas besar diawali oleh penurunan nilai kecepatan seismik pada beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelumnya," tandasnya. (H-4)
AKTIVITAS Gunung Semeru terus menurun.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mulai melakukan pembangunan sodetan aliran lahar Gunung Semeru yang melintas di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
MESKI sudah terjadi penurunan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas erupsi di Gunung Semeru dan guguran lava masih terjadi.
“Infrastruktur siap, proses penanganan bencana berjalan lebih efektif, serta mitigasi risiko jangka panjang dapat diterapkan. Ini perlunya lokasi posko pengungsi terpusat,”
PEMERINTAH akan mendirikan Sekolah Dasar (SD) darurat sebagai pengganti sekolah yang rata tanah akibat disapu lahar panas saat erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11).
Sebanyak 651 personel TNI Divif 2 Kostrad beserta sejumlah alat berat dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (21/12/2025) pagi dengan tinggi kolom abu 1.200 meter.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
BANJIR lahar hujan disertai material vulkanik Gunung Semeru merendam sebanyak 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
AKTIVITAS Gunung Semeru terus menurun.
BMKG juga mendeteksi adanya aktivasi Gelombang Rossby Equator dan Low Frequency di sebagian besar Jawa Timur pada periode 25 November-2 Desember 2025.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mulai melakukan pembangunan sodetan aliran lahar Gunung Semeru yang melintas di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved