Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Semeru masih Berstatus Awas, Aktivitas Erupsi masih Tinggi

Sugeng Sumariyadi
26/11/2025 16:00
Semeru masih Berstatus Awas, Aktivitas Erupsi masih Tinggi
Mobil operasional polisi membantu warga saat evakuasi barang dari rumah yang rusak terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Senin (24/11/2025).(Antara)

MESKI sudah terjadi penurunan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas erupsi di Gunung Semeru dan guguran lava masih terjadi. 

"Jumlah gempa yang terekam menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi. Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan masih adanya suplai dari bawah permukaan gunung bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," ungkap Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria, Rabu (26/11). 

Dia menambahkan aktivitas Gunung Semeru menunjukkan pola yang sudah relatif stabil namun tetap berbahaya. Ada dominasi letusan dangkal, guguran, serta beberapa kejadian lahar hujan yang telah memicu letusan sekunder akibat interaksi aliran lahar dengan endapan awan panas
di jalur Besuk Kobokan. 

Fenomena ini, ungkapnya, menambah jenis ancaman yang dapat terjadi tanpa peningkatan signifikan pada kegempaan atau tekanan magmatik.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, aktivitas Gunung api Semeru masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Semeru masih ditetapkan pada Level IV (AWAS)," tambahnya. 

PVMBG masih merekomendasikan jarak aman bagi masyarakat, pengunjung dan wisatawan sejauh 20 kilometer dari puncak di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan. 

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari
kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tandas Lana. (SG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya