Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gunung Semeru Erupsi, Luncuran Awan Panas hingga 18 Kilometer

Faishol Taselan
19/11/2025 18:09
Gunung Semeru Erupsi, Luncuran Awan Panas hingga 18 Kilometer
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (14/11/2025).(Antara)

GUNUNG Semeru erupsi sekitar pukul 14.13 WIB dengan menghembuskan awan panas guguran (APG) dalam skala cukup besar. Luncuran awan panas mencapai 13 kilometer dari puncak, menyapu jalur yang mengarah ke kawasan Besuk Kobokan.

Data dari BPBD Jawa Timur menyebutkan, erupsi terjadi sejak pukul 14.13 WIB, kolom abu pekat membumbung tinggi dengan warna kelabu kehitaman dan intensitas sangat tebal. 

“Angin mengarahkan sebaran abu ke sektor barat laut hingga utara, membuat langit di beberapa titik Pronojiwo dan Candipuro tampak menggelap meski cuaca dilaporkan masih berawan,” kata Kepala BPBD Jatim Gatot Subroto di Surabaya, Rabu (19/11).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas Semeru dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB. 

Keputusan ini diambil setelah instrumen seismograf Pos Pengamatan Gunung Semeru merekam amplitudo maksimum hingga 40 mm, dengan durasi aktivitas mencapai 16 menit 40 detik, indikasi bahwa energi vulkanis sedang mendorong material dalam jumlah besar.

Situasi yang terus berkembang memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bergerak cepat. Jembatan Gladak Perak, jalur penting penghubung Pronojiwo ditutup total untuk mengantisipasi risiko lanjutan. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan patroli menyisir wilayah rawan dan membantu memindahkan warga rentan, terutama lansia, ke tempat yang lebih aman.

“Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan,” ujar Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho. 

Ia menambahkan bahwa aktivitas guguran masih terjadi hingga sore hari, dan pihaknya terus memantau dinamika lapangan.

Belum dilaporkan adanya korban jiwa. Sedangkan kerusakan pertanian atau desa yang terkena deburan debu masih dalam proses pendataan tim BPBD. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik