Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BNPB : Tiga Orang Luka Berat Akibat Erupsi Semeru Dibawa ke RSUD Haryoto Lumajang

Media Indonesia
24/11/2025 10:07
BNPB : Tiga Orang Luka Berat Akibat Erupsi Semeru Dibawa ke RSUD Haryoto Lumajang
FOTO RILIS NO.828 Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr Raditya Jati bersama Sekda Lumajang meninjau gudang logistik untuk pelayanan pos pengungsian pada Minggu (23/11).(Dok. BNPB)

ERUPSI Semeru mengakibatkan tiga orang luka berat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mereka dirawat di RSUD Dr.Haryoto Lumajang.  Sedangkan kerugian material terdiri dari rumah rusak berat 21 unit serta fasdik, faskes dan gardu PLN masing-masing rusak berat 1 unit. Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 hektare lahan rusak. 

"Dampak korban jiwa terdapat 3 warga luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (24/11).
 
 Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, terhitung 19 – 25 November 2025. Status aktivitas vulkanik gunung ini berada pada level tertinggi atau level IV (Awas). 

BNPB mendampingi BPBD dalam penanganan darurat pasca-letusan Gunung Semeru  di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Bantuan telah disalurkan yakni berupa bantuan pangan dan non-pangan. 

Bantuan tersebut meliputi matras 300 lembar, terpal 300 lembar, selimut 300 lembar,  masker medis 200 boks, plastik sampah 200 paket dan alat kebersihan 150 paket, sedangkan pangan terdiri dari makanan siap saji 1.000 buah dan sembako 200 paket. 
 
Selain bantuan, personel BNPB membantu untuk manajemen logistic, seperti penataan dan administrasi Gudang di pos-pos lapangan yang berada di Pronojiwo dan Candipuro. 
 
"Bantuan diprioritaskan kepada mereka yang harus mengungsi di pos-pos pengungsian," demikian rilis BNPB.  

Data sementara, titik pengungsian berada di SMP 02 Pronojiwo dengan 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang 221 jiwa. Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja. 
 
Di pos pengungsian menurut BNPB terdapat sejumlah dapur umum bagi masyarakat terdampak yang dididirkan oleh organisasi seperti dari Palang Merah Indonesia, Universitas Brawijaya dan organisasi perangkat daerah. 
Warga yang terdampak erupsi, dipersiapkan hunian tetap di Sumbermujur, serta aliran lahar hujan di jembatan Gladak Perak. 
 
Berdasrkan data sementara lokasi terdampak berada pada 3 desa di 2 kecamatan. Desa-desa terdampak yaitu Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik