Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mendagri Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi pada Akhir Tahun, Daerah Harus Siaga

Lilik Darmawan
19/11/2025 15:53
Mendagri Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi pada Akhir Tahun, Daerah Harus Siaga
Mendagri Tito Karnavian meninjau lokasi longsor di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).(MI/Lilik Darmawan)

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan potensi bencana hidrometeorologi pada akhir tahun. 

Sementara hingga hari ketujuh pada Rabu (19/11) jam 14.00 WIB, telah ditemukan kembali dua korban dalam kondisi meninggal dunia di lokasi longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Secara total yang ditemukan sudah mencapai 20 korban meninggal dunia dan tersisa 3 korban yang masih tertimbun.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi karena curah hujan diprediksi meningkat di banyak wilayah. Berdasarkan informasi BMKG, hujan intensitas tinggi berpotensi terjadi pada November hingga Januari mendatang.

“Kepala BMKG menyampaikan bahwa curah hujan akan tinggi di Sumatra, seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku selatan, dan Papua selatan. Ini harus menjadi perhatian semua daerah,” katanya di sela-sela peninjauan lokasi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang.

Tito menegaskan bahwa Pulau Jawa menjadi kawasan paling rawan karena kepadatan penduduk yang tinggi. Ia meminta pemerintah daerah segera memetakan titik rawan longsor dan banjir serta menyiapkan langkah mitigasi, termasuk relokasi permukiman di wilayah berisiko. Menurutnya, apel kesiapsiagaan di Cilacap sengaja dilaksanakan di lokasi bencana untuk memberi pesan kuat kepada daerah lain.

“Saya sengaja memimpin apel di sini agar daerah lain melihat langsung kondisi ini dan bersiap. Jangan sampai ada korban lagi. Jika longsor terjadi di daerah kosong, dampaknya tidak sebesar di wilayah padat penduduk seperti Jawa,” ujarnya.

Tito juga memastikan operasi SAR akan diperpanjang apabila seluruh korban belum berhasil dievakuasi. Ia menyebut masa pencarian saat ini sebagai fase krusial dan meminta seluruh unsur SAR memaksimalkan upaya di lapangan. 

“Ini sudah hari ketujuh. Kalau semua korban belum ditemukan, operasi akan kami perpanjang tiga hari,” kata Tito.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, menyatakan keputusan memperpanjang operasi pencarian akan ditentukan berdasarkan hasil pencarian hari ini. Tim SAR masih fokus pada tiga sektor utama yang diduga menjadi lokasi korban, yakni A1, B1, dan B2, masing-masing diperkirakan menyimpan satu hingga tiga korban.

“Kami maksimalkan pencarian sampai sore. Jika belum ada perkembangan, kami akan evaluasi dan kemungkinan operasi diperpanjang,” ujar Abdullah.

Untuk mendukung pencarian, tim gabungan mengerahkan drone untuk memantau potensi longsor susulan, anjing pelacak K9 untuk mendeteksi keberadaan korban, alat berat untuk penggalian, serta peralatan ekstrikasi manual dan modern guna menjangkau area yang sulit diakses.

Hingga jam 14.00 WIB, Tim SAR kembali menemukan dua jenazah yang tertimbun longsor. Satu korban Nina Puspita, 44, di lokasi worksite B1 yang dievakuasi jam 11.03 WIB dan kedua adalah Januar Kian Abdilah, 15, dievakuasi pukul 12.22 WIB di worksite B2. Dengan demikian, secara total sudah ditemukan 20 korban dalam kondisi meninggal dunia. Masih ada 3 korban lain yang diduga tertimbun. (LD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik