Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Lokasi Relokasi Korban Longsor di Cilacap Juga Berpotensi Gerakan Tanah Menengah-Tinggi

Sugeng Sumariyadi
19/11/2025 15:35
Lokasi Relokasi Korban Longsor di Cilacap Juga Berpotensi Gerakan Tanah Menengah-Tinggi
Unit anjing pelacak (k-9) diterjunkan membantu proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025).(Antara)

LOKASI yang dipilih untuk merelokasi warga korban tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ialah Desa Jenang. 

Badan Geologi pun melakukan penelitian lokasi tersebut berdasarkan data morfologi, geologi, struktur, potensi bahaya, dan rekomendasi teknis hasil telaah desk study

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Cilacap yang dimiliki Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), daerah calon lahan relokasi termasuk dalam kerentanan Sangat Rendah. 

"Artinya daerah tersebut mempunyai tingkat kerentanan sangat rendah untuk terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah dapat terjadi pada daerah tidak luas pada tebing sungai," ungkap Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, Rabu (19/11) di Bandung.

Dari hasil penelitian, pihaknya mengambil kesimpulan sementara bahwa lokasi calon relokasi berada pada lingkungan geologi yang didominasi
material pelapukan lepas dan lereng bergelombang–curam. Kondisi itu membuat lingkungan itu memiliki potensi gerakan tanah menengah–tinggi.

"Pola keairan memperlihatkan drainase alami yang dapat menyebabkan jenuhnya lereng saat hujan deras, meningkatkan peluang longsor," tambahnya. 

Selain itu, tata guna lahan campuran, termasuk pembukaan lahan pada lereng, menambah tingkat kerentanan.

"Kami menilai berdasarkan hasil desk study lokasi kemungkinan dapat digunakan sebagai lahan relokasi. Namun demikian sesuai konsep build back better and safer pada lahan relokasi, Tim Badan Geologi akan segera melakukan penyelidikan geologi di lapangan," tandas Wafid. (SG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik