Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Korban Tanah Longsor Cilacap Disiapkan Lahan Relokasi 3,5 Hektare di Majenang

Haryanto Mega
16/11/2025 16:50
Korban Tanah Longsor Cilacap Disiapkan Lahan Relokasi 3,5 Hektare di Majenang
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kedua dari kanan) meninjau lokasi longsor di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.(MI/Haryanto Mega)

KELUARGA korban dan warga sekitar lokasi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akan direlokasi. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah memerintahkan Bupati Cilacap menyiapkan lahan relokasi seluas 3,5 hektare di wilayah Majenang.

Langkah relokasi diambil karena potensi longsor susulan masih tinggi. Di area sekitar kejadian masih ditemukan rekahan tanah yang dikhawatirkan dapat memicu pergerakan tanah.

“Kami sudah koordinasi dengan Bupati Cilacap dan menyiapkan 3,5 hektare di Majenang. Nanti disiapkan rumah agar aman, karena masih ada retakan,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi longsor, Minggu (16/11).

Di atas lahan tersebut nantinya akan dibangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang akan ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pencarian 12 Korban masih Berlanjut

Gubernur juga menginstruksikan agar pencarian terhadap 12 korban yang diduga masih tertimbun material longsor terus dilakukan. Sebanyak 920 personel gabungan dari SAR, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian secara hati-hati di area penuh lumpur dan material longsor.

Selain itu, Ahmad Luthfi memastikan kebutuhan dasar warga terdampak harus terpenuhi sepenuhnya, mulai dari makanan, minuman, layanan kesehatan, hingga pendidikan bagi anak-anak.

“Trauma healing juga dilakukan. Layanan kesehatan dan pendidikan harus tetap berjalan,” ujarnya.

Gubernur turut menegaskan pentingnya sosialisasi mitigasi bencana di wilayah rawan, termasuk Brebes dan Wonosobo. Menurutnya, masyarakat harus terus diingatkan mengenai tanda-tanda potensi bencana.

“BPBD harus terus sosialisasi wilayah rawan dan bagaimana antisipasinya. Jawa Tengah itu supermarket bencana, jadi kewaspadaan harus ditingkatkan,” tegasnya.

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Di sisi lain, Dirjen Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan pihaknya bersama BMKG telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar hujan tidak turun di lokasi pencarian.

“Sudah dilaksanakan hari ini. Harapannya berhasil,” ujarnya.

Budi menambahkan, BNPB bertanggung jawab atas pembangunan huntara dan huntap setelah Pemprov menyiapkan lahan relokasi. (HT/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik