Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hari Keenam Longsor Cilacap, Tim SAR tak Temukan Korban, Pemkab Siapkan Lahan Relokasi

Lilik Darmawan
18/11/2025 16:57
Hari Keenam Longsor Cilacap, Tim SAR tak Temukan Korban, Pemkab Siapkan Lahan Relokasi
Evakuasi korban tanah longsor di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah(Lilik Dharmawan/MI)

MEMASUKI hari keenam, pencarian terhadap 7 korban yang masih tertimbun di Cilacap, Jawa Tengah belum membuahkan hasil meskipun alat berat telah dikerahkan. Longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kamis (13/11). Sementara itu, Pemkab Cilacap telah menyiapkan lahan relokasi bagi warga terdampak longsor.

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhamad Abdullah mengatakan pihaknya fokus pada worksite pada tiga titik. “Kami tetap menggunakan lima metode pencarian, yaitu pemantauan drone, penggunaan anjing pelacak, alkon atau pompa air, alat ekstrikasi manual dan modern, serta alat berat,”ujarnya pada Selasa (18/11).

Menurutnya,  tim dibagi menjadi 4. Yakni tim yang melakukan pencarian di tiga titik dan tim cutting guna membuka akses untuk keluar dan masuk eksavator. “Belum ada korban yang ditemukan pada hari keenam ini,”katanya.

Sementara Pemkab Cilacap menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare (ha) sebagai lokasi relokasi bagi warga Desa Cibeunying

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan langkah relokasi menjadi keharusan untuk menjamin keselamatan jangka panjang masyarakat sekaligus menata ulang permukiman yang rusak. “Ini bukan hanya untuk mereka yang rumahnya hancur, tapi juga langkah pencegahan agar tidak ada korban berikutnya,” ujar Syamsul.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BNPB telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program relokasi tersebut. Menurut Syamsul, pihaknya sedang menginventarisasi aset tanah milik Pemkab Cilacap di wilayah Majenang yang memungkinkan dijadikan kawasan permukiman baru.

“Kami sudah koordinasi untuk memetakan aset tanah milik pemda di Majenang sebagai lokasi permukiman baru,” kata Syamsul.

Ia menambahkan, koordinasi dengan BNPB dan BPBD terus dilakukan agar pembangunan hunian bisa segera dimulai.

“BNPB menyatakan siap mendukung pendanaan dari hunian sementara hingga hunian tetap,” ujarnya.

Sejumlah warga disebut telah menyampaikan kesediaan untuk direlokasi, selama lokasi baru aman dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal asal mereka.

“Warga pada prinsipnya mengikuti keputusan pemerintah selama tempatnya aman dan masih dalam jangkauan hidup mereka,” tambahnya.

Sementara proses relokasi disiapkan, pemerintah setempat telah membuka posko darurat, dapur umum, layanan kesehatan, serta fasilitas pendidikan sementara bagi anak-anak yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama berada di pengungsian. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik