Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hari Kelima, Tim SAR Temukan Tiga Jenazah di Lokasi Longsor Cilacap, Total 16 Korban Tewas

Lilik Darmawan
17/11/2025 16:28
Hari Kelima, Tim SAR Temukan Tiga Jenazah di Lokasi Longsor Cilacap, Total 16 Korban Tewas
Warga melihat proses evakuasi korban longsor di Cilacap, Senin (17/11/2025). Masih ada tujuh korban tertimbun akibat longsor yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) itu.(MI/Lilik Darmawan)

OPERASI pencarian korban tanah longsor di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap memasuki hari kelima pada Senin (17/11). Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia, sehingga total korban tewas yang sudah ditemukan mencapai 16 orang. Sehingga korban tertimbun diperkirakan masih ada tujuh orang. 

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhamad Abdullah mengatakan bahwa ketiga korban ditemukan dalam rentang waktu kurang dari satu jam. Mereka adalah Nilna Nur Fauziah, 9, yang ditemukan pukul 08.57 WIB, disusul Wafik Nur Aini Zahra, 15, pada pukul 09.37 WIB, dan Cahyanto, 57, yang ditemukan pukul 09.50 WIB. Sementara itu, Tim SAR juga menemukan bagian tubuh pada pukul 13.25 WIB.

Abdullah menjelaskan bahwa pencarian hari kelima dilakukan dengan lima metode utama. “Kami mengerahkan drone thermal, anjing pelacak, alkon atau pompa air, metode ekstrikasi baik modern maupun manual, serta alat berat,” ujarnya.

Pembagian area pencarian tetap sama seperti hari sebelumnya, meliputi empat worksite dua di Dusun Cibuyut, serta dua di Dusun Tarukahan. Pencarian menghadapi kendala cuaca, setelah pada sore jam 15.00 WIB, hujan turun di lokasi longsor. 

Sementara korban longsor mulai mengungkapkan harapan mereka terhadap bantuan pemerintah, terutama terkait relokasi hunian. Banyak dari mereka kehilangan rumah dan seluruh harta benda akibat longsoran besar yang melanda dua dusun tersebut.

Salah seorang warga selamat, Hanif mengaku tidak memiliki tempat tinggal lagi setelah rumahnya tertimbun material longsoran. “Setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, saya akan tinggal sementara di rumah kerabat. Rumah saya sudah tidak terlihat karena tertimbun,” kata Hanif.

Warga lain, Daryana juga berharap adanya relokasi permanen dari pemerintah. Daryana kehilangan istri, anak, dan tiga keponakan dalam tragedi tersebut. 

“Rumah juga sudah tidak ada. Kami mau kalau nantinya direlokasi ke tempat yang lebih aman. Tidak mungkin kami kembali menghuni lokasi longsoran,” ujarnya.

Menurutnya, membangun rumah sendiri di lokasi baru hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan. “Kalau harus membeli tanah dan membangun rumah sendiri, jelas tidak mungkin. Waktunya sangat lama dan tidak tahu kapan bisa selesai. Yang penting ada tempat relokasi yang aman dan nyaman, tempat untuk berteduh,” tuturnya. (LD/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik