Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Tim SAR Persempit Area Pencarian Longsor Cilacap

Media Indonesia
16/11/2025 10:35
Tim SAR Persempit Area Pencarian Longsor Cilacap
Pencarian korban longsor di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.(MI/Lilik Darmawan)

TIM SAR gabungan mempersempit cakupan operasi pada hari keempat pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Upaya kini dipusatkan pada dua sektor dengan empat worksite setelah area lain dinyatakan selesai dievaluasi.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan di lokasi kejadian pada Minggu (16/11), bahwa penyesuaian ini dilakukan karena Worksite A3 telah dianggap tuntas dan seluruh korban di titik tersebut sudah berhasil ditemukan.

"Hari ini (16/11) pencarian dipusatkan di sektor A dan sektor B, masing-masing pada Worksite A1, A2, B1, dan B2. Kita mengerahkan 21 ekskavator, 17 alat bantu kompresor, sembilan anjing pelacak, serta lebih dari 600 personel," katanya.

Ia menjelaskan bahwa di Worksite A1 dan A2 yang berada di Dusun Cibuyut, masih tersisa enam korban yang belum ditemukan. Jumlah yang sama juga masih dicari di Worksite B1 dan B2 di Dusun Tarukahan. Penilaian lapangan yang dilakukan Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lain pada pukul 05.30 WIB memastikan bahwa titik-titik pencarian masih sesuai dengan rencana awal.

"Setiap worksite seluas 500 meter persegi. Jika ada pergeseran satu hingga dua meter, area itu masih terkendali dalam rencana operasi," ujarnya.

Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz, mengatakan kondisi cuaca menjadi hambatan besar karena hujan deras pada Sabtu (15/11) malam membuat lokasi tergenang dan tanah berubah sangat lembek.

"Ini menambah tantangan bagi kami, sehingga koordinasi antar-tim harus lebih solid," katanya.

Ia menambahkan bahwa dukungan alat berat terus ditambah, termasuk tiga ekskavator PC200 dari Pemkab Cilacap.

"Kami berharap pencarian berjalan cepat dan tuntas. Semoga 12 korban (bukan 10 seperti yang diwartakan sebelumnya) yang masih tertimbun dapat ditemukan seluruhnya," ujarnya.

Bencana longsor itu terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB dan menimbun rumah-rumah warga di Dusun Tarukahan serta Dusun Cibuyut. Data awal menunjukkan 46 orang terdampak: 23 selamat, dua meninggal, dan 21 lainnya dilaporkan hilang. Peristiwa ini merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lain di area sekitar 6,5 hektare.

Material longsor menimbun permukiman, menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter.

Pada hari kedua pencarian, Jumat (14/11), tim menemukan satu korban meninggal dunia. Hari ketiga, Sabtu (15/11), delapan korban kembali ditemukan, sehingga masih ada 12 orang yang belum berhasil ditemukan hingga hari keempat operasi. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya