Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Cegah Masalah Psikologis, Dinas Pendidikan Jatim Luncurkan Platform DEKAP

Faishol Taselan
12/11/2025 17:05
Cegah Masalah Psikologis, Dinas Pendidikan Jatim Luncurkan Platform DEKAP
Ilustrasi stop bullying(ANTARA)

DINAS Pendidikan Jawa Timur (Jatim) meluncurkan platform DEKAP yang merupakan akronim dari Dengar, Empati, Kenali, Arahkan, dan Peduli. Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi masalah psikologis pada siswa di wilayah Jawa Timur.

“Platform ini dirancang untuk membantu guru BK memantau kondisi mental siswa, mengidentifikasi minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang tepat,” kata Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mustakim di Surabaya, Selasa (12/11).

Dinas Pendidikan Jatim ikut prihatin atas insiden yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Kasus ini menjadi alarm terkait perubahan hubungan anak dan orangtua di rumah, serta interaksi siswa dengan guru di sekolah. Menurut Mustakim, peran orangtua tetap krusial, karena guru hanya menemani anak sekitar 40 jam per minggu dari total 144 jam.

“Artinya, anak-anak menghabiskan sekitar 70% waktunya di rumah dan lingkungan sosial. Ini bukan soal kegagalan orangtua, tetapi terkait pengawasan dan pendampingan yang harus dilakukan bersama-sama, antara sekolah dan keluarga,” jelasnya.

Setelah peluncuran, sosialisasi DEKAP juga dilakukan di sekitar 1.600 sekolah melalui kegiatan daring maupun luring. Dinas Pendidikan Jawa Timur juga rutin mengadakan pelatihan dan workshop bagi guru BK untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai masalah psikologis.

Mustakim menekankan, kesehatan mental anak tidak muncul secara tiba-tiba. “Pengaruh konten media dan tayangan kekerasan sudah ada sejak lama. Namun kini penyebarannya lebih masif dan mudah diakses oleh anak-anak maupun orang dewasa, sehingga mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa,” tuturnya.

Pendampingan di sekolah dilakukan melalui ruang konsultasi dan layanan curhat yang memudahkan siswa membahas masalah akademik, bullying, hingga persoalan keluarga. “Guru BK bukan hanya hadir untuk anak bermasalah, tetapi juga untuk mendukung siswa yang ingin mengembangkan diri atau merencanakan karier,” tambah Mustakim.

Platform DEKAP dilengkapi fitur-fitur penting, antara lain skrining psikologi, konseling 24 jam, pengembangan minat dan bakat, serta akses ke konten edukatif. Hal ini memungkinkan guru BK memberikan layanan yang lebih personal dan intensif.

“Dengan pendekatan ini, stigma ruang BK sebagai tempat ‘anak bermasalah’ mulai berubah. Sekarang ruang BK ramai dikunjungi anak-anak dengan wajah ceria,” tukas Mustakim.

Selain itu, program ini juga mendorong guru BK untuk aktif masuk ke kelas, berinteraksi langsung dengan siswa, dan menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mendukung kesejahteraan mental serta perkembangan akademik mereka. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang proaktif dapat membuat pendampingan siswa lebih efektif dan menyeluruh.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya