Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Obat Jerawat Doxycycline Ditemukan Dapat Turunkan Risiko Skizofrenia

Thalatie K Yani
07/11/2025 12:00
Obat Jerawat Doxycycline Ditemukan Dapat Turunkan Risiko Skizofrenia
Ilustrasi(freepik)

PENELITIAN terbaru mengungkapkan temuan mengejutkan terkait obat jerawat doxycycline. Antibiotik yang umum digunakan ini diketahui dapat menurunkan risiko seseorang mengembangkan skizofrenia di kemudian hari.

Studi tersebut menunjukkan remaja yang menerima perawatan kesehatan mental dan diresepkan doxycycline memiliki kemungkinan sekitar 30%-35% lebih kecil untuk mengalami skizofrenia saat dewasa dibandingkan mereka yang menggunakan antibiotik lain.

Penelitian dilakukan tim ilmuwan dari University of Edinburgh, bekerja sama dengan University of Oulu dan University College Dublin. Mereka menganalisis data kesehatan lebih dari 56.000 remaja di Finlandia yang menjalani pengobatan antibiotik sambil menerima layanan kesehatan mental.

Menurut para peneliti, efek perlindungan tersebut kemungkinan terkait dengan kemampuan doxycycline dalam mengurangi peradangan otak dan memengaruhi perkembangan sistem saraf.

Efek Anti-Peradangan dan Mekanisme Otak

Doxycycline adalah antibiotik spektrum luas yang sering digunakan untuk mengobati infeksi dan jerawat. Namun, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa obat ini dapat mengurangi peradangan pada sel-sel otak dan memengaruhi proses synaptic pruning, proses alami ketika otak “memangkas” dan memperkuat koneksi saraf.

Jika proses ini terjadi secara berlebihan, hal itu dapat memicu gangguan otak seperti skizofrenia. Karena itu, kemampuan doxycycline menstabilkan peradangan dan menjaga keseimbangan proses tersebut mungkin menjadi alasan di balik efek perlindungannya.

Analisis tambahan juga memastikan penurunan risiko skizofrenia tidak semata-mata karena peserta menjalani pengobatan jerawat, melainkan berkaitan langsung dengan efek obat terhadap otak.

Masih Perlu Penelitian Lanjutan

“Sebanyak setengah dari orang yang mengembangkan skizofrenia sebelumnya telah menerima perawatan kesehatan mental di masa remaja. Saat ini, belum ada intervensi yang terbukti dapat mengurangi risiko tersebut, sehingga temuan ini sangat menarik,” ujar Profesor Ian Kelleher, pemimpin studi sekaligus pakar psikiatri anak dan remaja di University of Edinburgh.

Ia menambahkan, “Karena penelitian ini bersifat observasional dan bukan uji klinis acak, kami belum bisa menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara pasti. Namun, temuan ini menjadi sinyal penting untuk meneliti lebih jauh efek perlindungan doxycycline dan pengobatan anti-inflamasi lainnya pada remaja, guna mencegah gangguan mental berat di masa dewasa.”

Penemuan ini membuka kemungkinan baru dalam dunia psikiatri, bahwa obat lama yang umum digunakan mungkin memiliki manfaat besar dalam pencegahan penyakit mental serius. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya