Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan di Banyumas

Lilik Darmawan
12/11/2025 14:38
Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan di Banyumas
Banjir melanda Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.(MI/Lilik Darmawan)

HUJAN ekstrem yang mengguyur wilayah Banyumas, Jawa Tengah, selama beberapa hari terakhir menimbulkan puluhan bencana alam. Berdasarkan laporan BPBD Banyumas tercatat 31 kejadian bencana di lebih dari 14 kecamatan hingga Rabu (13/11).

Dari 31 bencana, 24 kejadian berupa tanah longsor, sedangkan 7 titik lainnya banjir. Kondisi ini menimbulkan gangguan aktivitas warga serta kerusakan ringan di beberapa titik permukiman.

Sekretaris BPBD Banyumas Andi Risdianto menjelaskan, hujan ekstrem yang terjadi sejak awal pekan memperparah kondisi tanah di daerah perbukitan dan menyebabkan meluapnya sejumlah saluran air. “Kami terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan penanganan cepat di lokasi terdampak,”katanya.

Dia menyebutkan banjir melanda lima kecamatan, yaitu Purwokerto Timur, Kembaran, Karanglewas, Kedungbanteng, dan Purwokerto Barat. Di Purwokerto Timur, genangan air muncul di Kelurahan Sokanegara, tepatnya di Jalan Ragasemangsang. Sementara di Kembaran, banjir terjadi di Jalan Raya Kembaran dan di Karanglewas, air merendam Desa Karanglewas Kidul serta Perumahan Mandalatama.

Genangan juga terpantau di kawasan Beji Karangsalam, Kedungbanteng, yang merupakan area kost mahasiswa. Adapun di Purwokerto Barat, dua titik terdampak berada di Perumahan Saphire Regency di Jalan KS Tubun, Kelurahan Rejasari dan di Kelurahan Bantarsoka.

Selain banjir, tanah longsor menjadi bencana yang paling banyak terjadi. Sebanyak 24 titik longsor tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Purwokerto Selatan, Gumelar, Lumbir, Somagede, Purwokerto Barat, Kembaran, Karanglewas, Patikraja, Banyumas, Ajibarang, Sumpiuh, Kemranjen, Kedungbanteng, dan Baturraden.

Di Purwokerto Selatan, longsor terjadi di lereng Jalan Veteran, sementara di Gumelar terdapat lima titik longsor di Desa Karangkemojing dan Desa Samudra Kulon. Longsor juga menimpa Desa Cirahab dan Dermaji di Kecamatan Lumbir, serta SDN 2 Somagede di Kecamatan Somagede yang sempat terancam material tanah.

Di Purwokerto Barat, dapuran bambu yang longsor di Kelurahan Pasir Kidul sempat menutup aliran sungai. Sementara di Karanglewas, longsor menyebabkan sayap jembatan penghubung Karanglewas Kidul–Karanglewas Lor amblas.

Wilayah terdampak lainnya meliputi Dukuhwaluh dan Ledug di Kembaran, Karangendep dan Sawangan Wetan di Patikraja, Binangun di Banyumas, serta Lesmana di Ajibarang.

Di Kedungbanteng, longsor terjadi di Desa Dawuhan Wetan yang menyebabkan tanggul bendungan Duku jebol, serta di Desa Baseh. Sementara di Baturraden, longsor melanda bagian timur Perumahan Saphire, Desa Rempoah.

BPBD Banyumas terus melakukan kaji cepat, pendataan, dan koordinasi dengan dinas teknis, TNI, Polri, serta pemerintah desa.

“Beberapa lokasi dengan kerusakan cukup parah sudah dilakukan penanganan darurat, seperti di Pasir Kidul, Dukuhwaluh, dan Karanglewas Lor. Fokus kami memastikan tidak ada korban jiwa serta memulihkan akses warga,” kata Andi.

Dia mengimbau warga yang tinggal di kawasan lereng dan bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Curah hujan di wilayah Banyumas diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Tim kami tetap siaga penuh di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memperbarui informasi prakiraan cuaca agar masyarakat bisa lebih waspada,” tambahnya. (LD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik